Follow detikFinance
Kamis 20 Apr 2017, 16:37 WIB

Bursa Asia Menguat, IHSG Malah Berkurang 11 Poin

Dana Aditiasari - detikFinance
Bursa Asia Menguat, IHSG Malah Berkurang 11 Poin Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin terpuruk. Setelah bergerak fluktuatif, IHSG berakhir di zona merah meninggalkan posisi 5.600. Investor masih pelit belanja menunggu kepastian program Gubernur DKI terpilih.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat tipis. Dolar AS berada di posisi Rp 13.390 dibandingkan posisi sore pekan lalu Rp 13.295.

Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 3,375 poin (0,06%) ke level 5.609,892. Sedangkan Indeks LQ45 menguat tipis 0,848 poin (0,09%) ke level 924,843.

Mengawali perdagangan, Kamis (20/4/2017), IHSG bertambah 3,928 poin (0,07%) ke level 5.610,445. Indeks LQ45 tumbuh 0,400 poin (0,04%) ke level 924,395.

Dana asing masih terus masuk ke lantai bursa. Investor masih wait and see pasca pilkada DKI kemarin yang baru saja selesai.

Berlanjut pada siang hari, IHSG tampak bergerak fluktuatif sebelum akhirnya ditutup di zona merah. IHSG berkurang 5,685 poin (0,10%) ke 5.600,832. Indeks LQ45 berkurang 0,623 poin (0,07%) ke 923,372.

IHSG terus melanjutkan pelemahan hingga penutupan perdagangan sore ini. IHSG berkurang 11,211 poin (0,20%) ke 5.595,306. Indeks LQ45 turun 1,28 piun (0,14%) ke 922,713.

Pelemahan IHSG justru terjadi di tengah mayoritas bursa Asia sore ini yang masih bisa menguat di tengah koreksi pasar saham global. Hanya indeks saham Jepang yang melemah.

Berikut situasi di bursa regional sore hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 turun tipis 1,71 poin (0,01%) ke level 18.430,49.
  • Indeks Hang Seng menguat 231,10 poin (0,97%) ke level 24.056,98.
  • Indeks Komposit Shanghai bertambah 1,41 poin (0,04%) ke level 3.172,10.
  • Indeks Straits Times menanjak 11,60 poin (0,37%) ke level 3.137,88.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk jajaran top gainers, di antaranya adalah Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 1.800 ke Rp 10.800, Pelat Timah Nusantara (NIKL) naik Rp 450 ke 3.600, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 400 ke Rp 17.325 dan Jembo Cable (JECC) naik Rp 375 ke Rp 6.200.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers, di antaranya adalah, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.325 ke Rp 63.575, Graha Layar Prima (BLTZ) turun Rp 700 ke Rp 9.900, Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 16.000 dan United Tractors (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 27.400. (dna/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed