IHSG kembali Anjlok 2,73 Persen

Reaksi Negatif Berlebihan

IHSG kembali Anjlok 2,73 Persen

- detikFinance
Senin, 25 Apr 2005 12:26 WIB
Jakarta - IHSG pada sesi I perdagangan Senin (25/4/2005) kembali mencatat penurunan yang significan hingga 28,638 poin (2,73 persen) pada level 1.019,166. Penurunan ini terutama merupakan respons negatif atas kenaikan suku bunga SBI hingag 17 basis poin, serta rencana kenaikan suku bunga Fed awal Mei mendatang.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 10.289 kali pada volume 1.477.994 lot saham senilai Rp 671,784 miliar. Hanya 5 saham yang naik, 144 saham turun dan 212 saham stagnan. Saham-saham perbankan mengalami hampir semuanya mengamali penurunan harga seperti Bank Danamon turun Rp 225 menjadi Rp 4.400, BCA turun Rp 200 menjadi Rp 3.125, Bank Mandiri turun Rp 120 menjadi Rp 1.470. Menurut Fendi Susiyanto, head of preferred banking Bank Permata penurunan indeks terjadi karena akumulasi sejumlah sentimen negatif terutama isu naiknya suku bunga SBI sebesar 17 basis poin dan rencana kenaikan suku bunga Fed awal Mei. Selain itu, tambah Fendi, juga disebabkan jatuhnya saham-saham Wall Street pada akhir pekan lalu serta mencuatnya kasus kredit macet di Bank Mandiri lebih dari Rp 1 triliun. "Tapi kelihatannya investor terlalu reaktif. Sebenarnya suku bunga sebesar itu sudah sesuai dengan perkiraan para pelaku pasar. Jadi ini yang panik saya kira investor reksadana saham dan campuran," ujarnya.Namun pada sesi II, Fendi memperkirakan indeks meski masih berada di teritori negatif, namun penurunannya tidak sebesar pada sesi I. Menurutnya, jika IHSG telah tembus level 1.060, indeks berpeluang menuju support 1.000. "Kalau misalnya nanti indeks menyentuh level 1.000 tapi pada tingkat itu bertahan, maka diperkirakan trennya akan naik," demikian Fendi Susiyanto. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads