Alasan Sevel Dijual: Rugi Bertahun-tahun

Alasan Sevel Dijual: Rugi Bertahun-tahun

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Selasa, 25 Apr 2017 10:55 WIB
Alasan Sevel Dijual: Rugi Bertahun-tahun
Foto: Ari Saputra
Jakarta - PT Modern Sevel Indonesia (MSI) akhirnya menyerah. 7-Eleven alias Sevel, waralaba yang namanya sempat melejit di tanah air harus beralih kepemilikan ke PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI) yang merupakan entitas dari PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Tbk.

Sevel dijual sebesar Rp 1 triliun yang artinya nilai transaksi tersebut melebihi dari 50% dari nilai ekuitas perseroan per 31 Desember 2016.

Baca juga: Bisnis Makin Redup, Sevel Akhirnya Dijual

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa sebenarnya alasan penjualan sevel?

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip detikFinance, Selasa (25/4/2017), pihak MSI menyatakan bahwa penjualan terjadi karena mengalami kerugian bertahun-tahun.

Perusahaan merasa, dalam pengembangan bisnis pada segmen tersebut membutuhkan tambahan modal yang sangat besar.

"Pertimbangan perseroan melalui MSI untuk menjual segmen usaha ini adalah karena segmen bisnis ini telah mengalami kerugian di tahun-tahun terakhir sebagai akibat dari kompetisi pasar yang tinggi serta pengembangan segmen bisnis ini diperlukan modal yang besar pada masa yang akan datang," tulis pihak MSI dalam keterbukaan.

Pada awal tahun, detikFinance sempat menelusuri perkembangan bisnis tersebut di Jakarta. Tercatat ada penutupan 30 gerai akibat rugi, seiring dengan biaya operasional yang membengkak tak sesuai pendapatan.

Ada berbagai isu yang sempat menjadi indikasi, seperti larangan penjualan alkohol hingga aktivitas nongkrong enggak jajan.

7-eleven7-eleven Foto: Agung Pambudhy
(mkj/mkj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads