Sementara, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat. Dolar AS berada di posisi Rp 13.285 dibandingkan posisi kemarin sore Rp 13.320.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 2,64 poin (0,47%) ke level 5.690,89. Sedangkan Indeks LQ45 menguat tipis 1,285 poin (0,14%) ke level 923,998.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG sempat mendekati 5.700 tepatnya di level tertinggi di 5.696 yang merupakan level tertinggi sepanjang masa secara intraday. Sayang, tren penguatan yang dimulai pagi tadi, gagal dipertahankan. IHSG berkurang 4,068 (0,07%) ke 5.660,407. Indeks LQ45 melemah 1,551 poin (0,17%) ke 936,626.
IHSG terkena aksi ambil untung investor lokal. Padahal, asing banyak melakukan belanja, khususnya pada saham-saham infrastruktur dan keuangan. Asing pun mencatat beli bersih sebesar Rp 306,03 miliar. Total transaksi siang ini tercatat sebesar Rp 4,5 triliun
Bisa dibilang, IHSG melemah sendirian di asia. Bursa-bursa Asia kompak bergerak di zona hijau di tengah gejolak geopolitik dunia.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melesat 119,63 poin (0,63%) ke level 18.995,49.
- Indeks Hang Seng bertambah 16,25 poin (0,29%) ke level 24.282,10.
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 0,72 poin (0,02%) ke level 3.130,25.
- Indeks Straits Times bertambah 12,08 poin (0,38%) ke level 3.156,11.
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Asahimas Flat Glass (AMFG) naik Rp 650 ke Rp 7.450, Inti Bangun Sejahtera (IBST) naik Rp 470 ke Rp 2.770, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 280 ke Rp 4.080 dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 225 ke Rp 8.925.
Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah United Tractors (UNTR) turun Rp 575 ke Rp 26.325, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 500 ke Rp 10.000, Siloam International (SILO) turun Rp 475 ke Rp 13.650 dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 275 ke Rp 63.925. (dna/ang)











































