Tanggapan Kemendag Soal Merosotnya Bisnis Sevel

Tanggapan Kemendag Soal Merosotnya Bisnis Sevel

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 25 Apr 2017 17:58 WIB
Tanggapan Kemendag Soal Merosotnya Bisnis Sevel
Foto: rengga sancaya
Jakarta - Merosotnya bisnis yang dijalankan oleh 7-eleven alias sevel menjadi perhatian masyarakat, khususnya kelompok waralaba. Ada beberapa faktor penyebab turunnya bisnis sevel, salah satu yang disebutkan adalah tentang larangan penjualan minuman beralkohol.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Indrasari Wisnu Wardhana angkat bicara perihal persoalan tersebut. Ia menilai permasalahan sebenarnya bersumber dari strategi bisnis yang tidak tepat dalam menghadapi ketatnya persaingan.

"Ya kalau itu kan urusan bisnis. Itu kan strategi bisnis, kalau sampai dia bangkrut, bukan karena peraturan kita sebenarnya. Yang lain (convenience store yang lain) juga masih ada kan," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Nasib Buruk Sevel di Tengah Ketatnya Pertarungan Waralaba
7-eleven7-eleven Foto: rengga sancaya

Larangan penjualan minuman beralkohol di minimarket ada sejak April 2015. Ini tertuang dalam Peraturan menteri Perdagangan (Permendag) No. 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minumal Beralkohol.

Pada akhir tahun diketahui bahwa total penjualan bersih sevel untuk periode 2015 turun menjadi Rp 886,84 miliar. Periode yang sama, juga mulai terjadinya penutupan beberapa gerai sevel.

Baca juga: Bisnis Makin Redup, Sevel Akhirnya Dijual

Akan tetapi, minimarket sejenis juga masih banyak yang berhasil bertahan, bahkan tumbuh. Sehingga Indrasari yakin bahwa penurunan bisnis sevel bukan mutlak karena larangan penjualan minuman beralkohol.

"Yang lain enggak dapat izin soal itu juga kan banyak. Tapi enggak ada masalah juga kan? Convenience store kan banyak. Kalau yang lain enggak ada pengaruh," imbuhnya.

"Kalau cuma mau jualan minuman alkohol kan. Jadi saja jualan minuman alkohol, ngapain dagang convenience? Jadi distributor minol saja kan," tandasnya.

Baca juga: Kesalahan Sevel: Diam Saat Dicontek Kompetitor
(mkj/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads