Saham Perbankan Jeblok, IHSG Anjlok 27,929 Poin
Senin, 25 Apr 2005 16:23 WIB
Jakarta - IHSG pada penutupan perdagangan Senin (25/4/2005) turun 27,929 poin pada level 1.019,875. Penurunan indeks dimotori oleh saham-saham perbankan dan unggulan karena sentimen negatif naiknya suku bunga SBI.Indeks LQ 45 turun 6,500 poin pada level 220,377, JII turun 3,878 poin pada level 159,463, MBX turun 6,940 poin pada level 273,630 dan DBX turun 8,748 poin pada level 227,691. Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 17.407 kali pada volume 2.455.359 lot saham senilai Rp 1,212 triliun. Sebanyak 11 saham naik, 149 saham turun dan 201 saham stagnan. Saham-saham perbankan mendominasi top loser diantaranya BCA turun Rp 175 menjadi Rp 3150, Bank Mandiri turun Rp 170 menjadi Rp 1420, BRI turun Rp 75 menjadi Rp 1650, Indosat turun Rp 75 menjadi Rp 4550, Energi Mega Persada turun Rp 60 menjadi Rp 550,Bank Niaga turun Rp 30 menjadi Rp 470, Bank Lippo turun Rp 30 menjadi Rp 830, Bank Dnaamon turun Rp 50 menjadi Rp 4575.Sedangkan saham yang naik harganya di top gainer diantaranya Komatsu Indonesia naik Rp 100 menjadi Rp 4200, HM Sampoerna naik Rp 50 menjadi Rp 10.400, PGN naik Rp 25 menjadi Rp 2475, Unilever naik Rp 25 menjadi Rp 3650, Pembangunan Jaya Ancol naik Rp 20 menjadi Rp 1.130.Menurut Fendi Susiyanto, head of preferred banking Bank Permata penurunan indeks terjadi karena akumulasi sejumlah sentimen negatif terutama isu naiknya suku bunga SBI sebesar 17 basis poin dan rencana kenaikan suku bunga Fed awal Mei. Selain itu, tambah Fendi, juga disebabkan jatuhnya saham-saham Wall Street pada akhir pekan lalu serta mencuatnya kasus kredit macet di Bank Mandiri lebih dari Rp 1 triliun.
(qom/)











































