Cari Modal 32 Triliun, Waskita Lego Saham di 5 Ruas Tol

Cari Modal 32 Triliun, Waskita Lego Saham di 5 Ruas Tol

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 27 Apr 2017 21:34 WIB
Cari Modal 32 Triliun, Waskita Lego Saham di 5 Ruas Tol
Foto: Ari Saputra
Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) akan menjual kepemilikan di beberapa ruas tol. Aksi korporasi ini untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp 32 triliun.

Direktur Utama Waskita Karya M Choliq mengungkapkan, pihaknya berencana melego kepemilikan saham di beberapa ruas tol yang dimiliki dengan total panjang 300 km. Nilai investasi dari tol 300 km itu mencapai sekitar Rp 30 triliun.

"Nilai investasi dari total tol itu Rp 30 triliun. Itu menjadi rencana funding ke depan," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (27/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Kuartal I-2017 Waskita Cetak Laba Rp 450 Miliar

Dari total tol sepanjang 300 km yang akan dijual memang tidak sepenuhnya dimiliki Waskita Karya sahamnya. Sehingga total dana yang akan diraup tidak bulat dari nilai investasi awal.

"Ada Tol Kanci - Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Probolinggo-Pasuruan, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, yang tahun ini selesai semua. Waskita Toll Road punya saham di sana biasanya sama Jasa Marga," tambah Choliq.

Adapun tol-tol yang akan dijual tersebut kebanyakan seluruhnya belum beroperasi. "Karena kami selalu menjual tol yang kita bangun. Bahkan sebelum selesai sudah kita jual. Oleh karena itu kita tidak pernah bleeding dari jalan tol," tambahnya.

Baca juga: Waskita Karya Beli 55% Saham Tol Cibitung-Cilincing

Sementara untuk capex tahun ini perseroan juga akan mengandalkan dari laba yang diraih di 2016 sebesar Rp 1,8 triliun, serta penggalangan dana dari publik seperti right issue. Capex tersebut sebagian besar akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang dikerjakan perseroan tahun ini.

Sekadar informasi, selama 3 bulan pertama tahun ini Waskita Karya juga telah mengantongi nilai kontrak baru mencapai Rp 11,65 triliun. Tahun ini perseroan menargetkan bisa memperoleh kontrak baru sebesar Rp 80 triliun. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads