Direktur Keuangan PGN Nusantara Suryono menjelaskan, dari capex tersebut sebagian besar akan disalurkan untuk anak usahanya PT Saka Energi Indonesia.
Anak usaha yang bergerak di sektor hulu itu mendapatkan jatah capex US$ 300 juta atau sekitar Rp 3,9 triliun (kurs Rp 13.000).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara sisanya akan digunakan secara konsolidasian. PGN sendiri saat ini tengah mengerjakan proyek pipa distribusi gas di wilayah tengah Sumatera sepanjang 123 km pipa laut dan fasilitasnya untuk kepulauan Riau sepanjang 5 km, serta beberapa pengembangan jaringan infrastruktur gas lainnya di Jawa Barat dan Surabaya.
"Jadi itu sebagian untuk capex kita sendiri, tapi sebagian besar untuk Saka," imbuhnya.
Sementara untuk sumber dana capex, kata Nusantara akan berasal dari rencana anak usaha Saka Energi Indonesia yang ingin menerbitkan obligasi valas. Dana hasil penerbitan obligasi itu akan digunakan untuk refinancing, sementara sisanya akan masuk dalam capex konsolidasian.
"Dari penggalangan dana anak usaha sebagian dikembalikan ke kita dan itu kita pakai untuk capex," tukasnya. (ang/ang)











































