Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah. Dolar AS berada di posisi Rp 13.360 dibandingkan posisi sore pekan lalu Rp 13.307.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 22,389 poin (0,39%) ke level 5.730,251. Indeks semakin mendekati rekor tertingginya sepanjang masa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menipis 3,892 poin (0,07%)ke level 5.703,970. Indeks tak mampu lagi menguat setelah kena aksi ambil untung.
Aksi ambil untung banyak dilakukan investor domestik. Indeks jatuh ke zona merah setelah sempat naik ke posisi tertinggi hari ini di 5.745,847 yang merupakan rekor intraday tertinggi.
Menutup perdagangan, Selasa (8/5/2017), IHSG melemah 10,806 poin (0,19%) ke level 5.697,056. Sementara Indeks LQ45 berkurang 2,137 poin (0,23%) ke level 946,831.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 677,499 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 317.284 kali dengan volume 21,787 miliar lembar saham senilai Rp 8,308 triliun. Sebanyak 119 saham naik, 220 turun, dan 95 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia menutup perdagangan sore ini rata-rata dengan menguat. Situasi politik dunia yang belum kondusif memberi sentimen negatif.
Berikut situasi bursa-bursa Asia hingga siang ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 52,70 poin (0,26%) ke level 19.843,00.
- Indeks Hang Seng naik 311,12 poin (1,27%) ke level 24.889,03.
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,91 poin (0,06%) ke level 3.080,53.
- Indeks Straits Times bertambah 6,17 poin (0,19%) ke level 3.243,15.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 975 ke Rp 17.425, Chandra Asri (TPIA) turun Rp 925 ke Rp 27.500, Matahari (LPPF) turun Rp 675 ke Rp 15.075, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 25.500. (ang/dnl)











































