Untuk merealisasikan rencana tersebut, manajemen Firstindo Finance hari ini menggelar acara Due Diligence Meeting & Public Expose. Dalam acara tersebut diungkapkan perseroan akan melepas sahamnya di kisaran harga Rp 105-115 per lembar.
"Kita akan melepas 766 juta lembar saham dengan harga Rp 105-115 per saham," kata Presiden Direktur Firstindo Finance Sumartono Mardjuki di Plaza UOB, Jakarta, Senin (15/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruhnya untuk modal kerja kita tahun ini. Kita belum mau ekspansi tahun ini," ujar Sumartono.
Sekadar informasi, saat ini komposisi pemegang saham Firstindo Finance adalah 67,90% dikuasai oleh PT Inti Sukses Danamas, 21,82% dimiliki oleh PT Multikem Suplindo dan Sakuma International S.A memiliki saham sebesar 10,28%.
Masa penawaran dalam rangka IPO Firstindo Finance dilakukan mulai 12-18 Mei 2017. Sedangkan untuk masa penawaran umum akan diselenggarakan pada 2 dan 5 Juni 2017. Rencananya perseroan akan mencatatkan saham perdananya di BEI pada 8 Juni 2017.
Patok Pembiayaan Rp 1 Triliun Tahun Ini
Sumartono mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan pembiayaan Rp 1 triliun pasca IPO.
"Target pembiayaan sebenarnya turun, kita pernah pembiayaan sampai Rp 1,2 triliun. Karena perlambatan ekonomi dunia permintaan turun," tuturnya.
Untuk sisa dana guna menutupi target pembiayaan, perseroan akan melakukan pinjaman dari perbankan. Hingga kuartal I-2017 Firstindo Finance sudah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp 200 miliar.
"Kita sudah 20% dari target hingga kuartal I. Biasanya sebelum Lebaran perak untuk pembiayaan," imbuhnya.
Saat ini penyaluran pembiayaan Firstindo Finance masih didominasi untuk kendaraan. Namun pihaknya juga sudah mulai masuk untuk pembiayaan perumahaan.
"Pembiayaan perumahan masih kecil, kita baru mulai. Saat ini pembiayaan kendaraan masih 95%," tukasnya. (ang/ang)











































