Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 15 Mei 2017 13:21 WIB

Ada Serangan WannaCry, Bos BEI Sempat Deg-Degan

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Wabah virus komputer ransomware yang bernama WannaCry tengah menyebar ke seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Perusahaan-perusahaan di Indonesia dihimbau untuk menerapkan pengamanan ekstra terhadap data yang berada di jaringan komputernya.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pun turut memperketat sistem keamanan komputernya dengan melakukan pemeriksaan jaringan komputer setiap pukul 7 pagi. Pemeriksaan itu sebenarnya rutin dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan menimpa sistem transaksi perdagangan saham.

Direktur Utama BEI Tito Sulistyo mengatakan, dengan pengamanan itu sebenarnya kecil kemungkinan sistem pasar modal terjangkit virus WannaCry. Apalagi, jaringan komputer pasar modal tidak menggunakan sistem Windows dari Microsoft yang sangat rentan akan virus tersebut.

"Kita tidak Windows itu yang paling penting. Itu ada atau tidak ada Insya Allah ya moga-moga tidak mendahului Tuhan, insya Allah kita jaga lah. Moga-moga di bursa sih aman," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (15/5/2017).

Namun dengan hebohnya pemberitaan terkait virus itu, Tito mengaku sempat khawatir sistem pasar modal bisa terjangkit. Apalagi sistem BEI berisi informasi yang sangat penting terkait transaksi saham di pasar modal.

"Terus setiap transaksi per broker diperiksa detil selalu itu sih. Berlapis keamanannya. Walaupun saya juga deg-degan," akunya.

Tito juga menjelaskan, untuk sistem transaksi di pasar modal saat ini menggunakan sistem JATS yang mengikuti sistem di Nasdaq. "Kita kan surveillance sama trading-nya dibantu Nasdaq, dia is the best in the world. Dia punya 88 stock exchange di bawah dia," pungkasnya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com