ADVERTISEMENT

Mengintip Potensi Kinerja Calon Emiten Batu Bara

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 15 Mei 2017 18:15 WIB
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - PT Alfa Energi Investama Tbk bakal mencatatkan sahamnya di pasar modal tahun ini. Perusahaan yang bergerak di bidang energi dan pertambangan batu bara ini pun menjanjikan kinerja yang positif tahun ini.

Direktur Independen Alfa Energi Investama Ishak Abdul Rahman menjelaskan, perseroan melalui salah satu entitas usahanya PT Alfara Delta Persada memiliki area konsesi batu bara seluas 2.089 ha di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

"Pada 2015 produksi batu bara kita 42 ribu ton, di 2016 meningkat menjadi 260 ribu ton. Volume penjualan 105 ribu ton di 2015, kemudian naik 255 ribu ton. Jika dari nilai penjualannya naik dari US$ 4,2 juta menjadi US$ 7,2 juta di 2016," tuturnya di Pondok Indah Golf Apartemen, Jakarta, Senin (15/5/2017).

Mayoritas dari hasil produksi batu bara Alfa Energi Investama diekspor ke berbagai negara seperti China, Korea dan India. Sekitar 80% porsi penjualan untuk ekspor sedangkan 20% untuk penjualan dalam negeri.

Ishak menjelaskan, batu bara yang dihasilkan perseroan memiliki karakteristik low to medium rank thermal coal, dengan tiga basis kategori GAR yakni 3.500, 4.200 dan 4.500 Kcal/gram. Batu bara yang juga memiliki kandungan 30-42% air, maksimum kandungan belerang 0,6% dan 8% kandungan abu.

"Jadi batu bara milik kami sangat cocok untuk pembangkit," imbuhnya.

Pada juga yakin kinerja perseroan akan semakin meningkat. Tahun ini menargetkan produksi batu bara mencapai 530 ribu ton per tahun. Dengan target penjualan sekitar 95% dari total produksi.

"Saat ini dari konsesi yang ada terdapat 6 blok tambang. Baru 1 blok saja yang beroperasi," tambah Ishak.

Dari lokasi konsesi itu per Maret 2017 perseroan memiliki resources batu bara mencapai 21,22 juta ton dengan cadangan sementara sebanyak 6,58 juta ton.

Selain itu entitas cucu usaha lainnya yakni PT Berkat Bara Jaya juga telah mendapatkan IUP Eksplorasi atas hak konsesi seluas 6.000 ha di Damai Kabupaten Kutai Barat. Saat ini perusahaan tersebut tengah melakukan pemboran eksplorasi lebih detil untuk ditingkatkan menjadi IUP Operasi Produksi. (ang/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT