Direktur Keuangan Terregra Asia Energy Kho Sawilek menjelaskan, pihaknya tahun ini tengah mulai pembangunan 4 Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) dengan total daya 36 MW di Sumatera Utara. Proyek tersebut dilakukan oleh anak usahanya PT Terregra Hydro Power dengan skema kontrak Engineering, Procurement and Construction (EPC).
Untuk membangun proyek kelistrikan tersebut, pihaknya menganggarkan belanja modal (capital expenditure) sebesar US$ 70 juta. Dana tersebut akan diambil dari pinjaman perbankan dan lembaga keuangan lainnya setelah proses pembangunan selesai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan keempat proyek PLTMH itu ditargetkan selesai paling lama 2 tahun. Sehingga 2019 diharapkan sudah mulai beroperasi.
Dengan beroperasinya PLTMH tersebut, Terregra Asia Energy menargetkan bisa meraup laba bersih di 2019 sebesar Rp 85 miliar dan pendapatan Rp 394 miliar.
"Itu setelah beroperasi dan kombinasi dengan eksisting bisnis kita di trading untuk pembangkit," tambah Kho.
Setelah 4 PLTMH itu beroperasi, pihaknya juga berencana untuk membangun PLTMH dengan target beroperasi di 2021. Sehingga total perseroan akan memiliki 8 PLTMH nantinya. (ang/ang)











































