Peta persaingan bisnis fashion di Indonesia juga mulai meluas ke e-commerce seiring penetrasi internet yang semakin kuat. Namun berbeda para pesaingnya yang melebarkan sayap dengan membuka e-commerce, Ramayana masih bertahan dengan penjualan langsung di toko.
Direktur Ramayana Suryanto menjelaskan, pihaknya masih enggan menggembangkan penjualan secara online lantaran industri e-commerce di Indonesia dipandang masih belum berkembang, apalagi untuk produk fashion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Suryanto, bagi masyarakat Indonesia untuk membeli pakaian masih lebih tertarik untuk datang langsung ke toko. Sebab dengan begitu pembeli bisa melihat langsung pakaian yang diinginkan dan mencobanya langsung.
"Jadi E-commerce untuk baju belum mengancam Ramayana, size-nya masih cukup kecil. Karena untuk pakaian mereka ingin mencoba dulu, coba pegang bajunya dulu," tambahnya.
Ramayana juga masih konsisten untuk menargetkan pangsa pasar menengah ke bawah. Bagi segmen tersebut juga masih awam dan takut untuk berbelanja secara online. (ang/ang)











































