Follow detikFinance
Kamis 18 May 2017, 12:20 WIB

Kaget Diundang ke BEI, Puan: Saya Biasanya ke Kampung

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Kaget Diundang ke BEI, Puan: Saya Biasanya ke Kampung Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, hari ini diundang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam acara Strategi Perlindungan Konsumen Keuangan (SPKK) periode 2013-2027 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Puan mengaku kaget saat menerima undangan itu. Sebab, biasanya hanya mendapatkan undangan atau pergi ke wilayah pedesaan atau wilayah terpencil lainnya.

"Pada saat Ibu Titu (Anggota Dewan Komisioner OJK), datang ke saya kemudian kasih undangan dan meminta saya hadir dalam kesempataan di BEI, saya katakan, wah ibu hebat juga, acara perlindungan konsumen keuangan yang diminta hadir ibu Menkonya PMK. Karena biasanya kalau undangan saya enggak pernah ditempat mewah ini, kami selalu datang ke kampung-kampung, karena terkait menyaluran bansos non tunai," cerita Puan, Jakarta, Kamis (18/5/2017).


Mendapat undangan tersebut, Puan bertanya kenapa diundang ke BEI. Seharusnya, menurut Puan, yang diundang itu Menko Perekonomian, Darmin Nasution. Setalah dijelaskan alasannya, Puan mengatakan undangan ini merupakan bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat berbagai elemen terkait dengan sektor keuangan.

"Peran yang diharapkan dari yang diluncurkan OJK ini bisa membantu masyarakat meningfkatkan literasi keuangan supaya taraf hidupnya meningkat, dan dapat bersaing di taraf global," kata Puan.

Puan edukasi keuangan untuk masyarakat penting dilakukan, terutama untuk kalangan kelas menengah ke bawah. Selain itu Puan juga berharap, agar masyarakat kelas menengah ke bawah juga bisa ikut berpartisipasi dalam pasar modal Indonesia, dan mulai menabung saham.


Karena menurutnya, saat ini masih banyak kelas menengah bawah yang belum mengerti tentang fungsi pasar modal.

"Sudah ada perwakilan yang kemudian saya tanyakan, apakah pernah datang ke bursa efek Indonesia? Belum, apa sudah pernah lewat bursa efek? Belum. Ini menandakan bahwa memang masih banyak masyarakat Indonesia yang belum paham, belum tau, apa itu bursa efek Indonesia," katanya.

"saya harap ke depannya, selain menabung, masyarakat Indonesia mulai dari anak-anak, bisa kemudian mulai investasi saham atau emas, jadi bukan hanya uang," tutup Puan. (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed