Follow detikFinance
Kamis 18 May 2017, 16:19 WIB

Ditjen Pajak Intip Rekening Tak Akan Pengaruhi IHSG

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Ditjen Pajak Intip Rekening Tak Akan Pengaruhi IHSG Foto: Ari Saputra
Jakarta - Direktorat Jendral Pajak (Ditjen) Pajak kini bisa bebas untuk mengakses data dari lembaga keuangan, seperti perbankan, asuransi, hingga ke pasar modal. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan.

Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat, meyakini aturan keterbukaan informasi untuk perpajakan itu tak berhubungan dengan kondisi pasar saham yang ada. Bahkan pelemahan IHSG dalam dua hari terakhir ini bukanlah pengaruh aturan tersebut.

"Saya rasa korelasi langsungnya tidak ada. Ini lebih karena isu global," ungkap Samsul di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (18/5/2017).



Dirinya mengatakan, selama ini pasar modal sendiri telah memberikan keterbukaan akses informasi terkait dengan perpajakan. Hanya saja, Ditjen Pajak harus melalui sejumlah prosedur untuk dapat meminta data atau informasi dari BEI.

"Kalau di pasar modal kan semua sudah terbuka. Selama ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Selama ini (Ditjen Pajak) lewat SOP tertentu untuk mengetahui data-data itu. Tapi kalau sekarang kan direct (langsung). Selama ini bisa dilakukan cuma ada prosedur yang dilalui," terangnya.

Keterbukaan informasi ini sendiri, kata Samsul, merupakan kebijakan lanjutan dari program tax amnesty yang telah berakhir.

"Ini kan bagian dari penerapan tax amnesty tahun lalu, ini kelanjutan. Masyarakat Indonesia sudah declare dan terbuka kok. Yang dilihat data untuk perpajakan saja, dilihat saldo. Tapi kalau dirasa ada data yang diperlukan, pasti akan diminta Ditjen Pajak juga," tandas dia.



Lebih lanjut Samsul menyatakan kinerja emiten hingga saat ini masih tergolong baik. Dia mencatat, sebanyak 70% dari emiten tersebut membukukan laba di laporan keuangan kuartal I-2017.

"Itu artinya indikasi yang baik. Faktornya karena kinerja beberapa industri mulai membaik, karena kenaikan harga komoditas, seperti CPO, batu bara sehingga memberikan hasil signifikan di tahun ini," katanya.

Terakhir, dia juga menyatakan kalau aturan keterbukaan informasi ini tidak investor membawa keluar dana-dananya. Malah sebaliknya, Samsul mengatakan investasi asing masih lancar masuk ke dalam negeri.

"Enggak dong, malah dana asing Rp 29 triliun sudah masuk selama 2017," tukasnya. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed