Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah. Dolar AS berada di posisi Rp 13.364 dibandingkan posisi kemarin sore Rp 13.322.
Pada perdagangan preopening, IHSG turun 25,019 poin (0,45%) ke level 5.590,473. Sedangkan Indeks LQ45 melemah 6,509 poin (0,67%) ke level 928,064.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menutup perdagangan sesi pertama siang ini, IHSG berbalik ke zona hijau. IHSG naik 13,447 poin (0,24%) ke 5.628,939. Indeks LQ45 naik 3,318 poin (0,36%) ke 937,672.
Penguatan berlanjut hingga akhir sesi perdagangan. IHSG naik 29,959 poin (0,53%) ke 5.645,451. Indeks LQ45 naik 7,096 poin (0,76%) ke 941,450.
Rata-rata indeks sektoral di lantai bursa menguat sore ini. Hanya tiga sektor yang masih melemah. Penguatan dipimpin sektor industri campuran yang naik 1,51%.
Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG telah diperdagangkan 341.448 kali transaksi dengan volume 8,5 miliar lembar saham senilai Rp 3,7 triliun. Investor asing mencatatkan beli bersih mencapai Rp 393,74 miliar. Sebanyak 148 saham menguat, 161 saham melemah dan 124 stagnan.
Penguatan IHSG terjadi di tengah tren pelemahan bursa-bursa Asia siang ini. Presiden AS Donald Trump diragukan pelaku pasar bisa mereformasi pasar keuangan AS.
Berikut situasi di bursa regional sore hari ini:
Indeks Nikkei 225 anjlok 261,02 poin (1,32%) ke level 19.553,86.
Indeks Hang Seng melemah 157,11 poin (0,62%) ke level 25.136,52.
Indeks Komposit Shanghai turun 14,30 poin (0,46%) ke level 3.090,14.
Indeks Straits Times berkurang 2,44 poin (0,08%) ke level 3.221,66.
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.925 ke Rp 72.025, Suprem Cable (SCCO) naik Rp 650 ke Rp 10.400, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 15.300 dan United Tractors (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 17.400.
Sementara jajaran saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Asuransi Bina Dana (ABDA) turun Rp 400 ke Rp 6.500, FKS Multi Agro (FISH) turun Rp 230 ke Rp 3.060, Indocement (INTP) turun Rp 225 ke Rp 18.100 dan Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 175 ke Rp 47.575. (dna/ang)











































