Sekretaris Perusahaan Sritex Welly Salam mengatakan, sebelumnya perusahaan memang telah putus kontrak kerja sama dengan Uniqlo dan Hugo Boss pada 2014. Pesanan dari Uniqlo sendiri diakuinya cukup besar hingga 30% total produksi garmen Sritex.
"Pada saat itu total produksi garmen kita kalau enggak salah sekitar 14 juta potong, kalau dia (Uniqlo) 5 juta potong sudah 30%. Gede juga," tuturnya kepada detikFinance, Kamis (18/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Marginnya juga enggak cocok, jadi ya sudahlah tidak apa-apa," imbuhnya.
Selain itu, lanjut Welly, saat ini Sritex juga kedapatkan kontrak kerja sama dengan brand-brand ternama seperti Takko, Costco, Lee dan Disney. Merek-merek tersebut menjalin kerja sama sejak awal tahun ini.
"Totalnya sekarang masih puluhan, saya lupa jumlahnya, tapi yang besar itu. Pelanggan kami juga loyal banget, 95% repeat order," tambah Welly.
Sementara menurutnya brand yang menyerap garmen Sritex paling besar adalaha H&M. Penjualan untuk merek ini memiliki porsi 5% dari total penjualan Sritex. Adapun penjualan Sritex di 2016 sebesar US$ 680 juta. (ang/ang)











































