Follow detikFinance
Kamis 18 May 2017, 17:30 WIB

Setelah Uniqlo, Sritex Pasok Bahan ke Lee Hingga Disney

Danang Sugianto - detikFinance
Setelah Uniqlo, Sritex Pasok Bahan ke Lee Hingga Disney Foto: Dok. Biro Pers Istana
Jakarta - PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) masih fokus mengembangkan divisi fashion-nya. Meskipun divisi produksi seragam militer mendominasi penjualan perusahaan yang dikenal dengan nama Sritex itu.

Sekretaris Perusahaan Sritex Welly Salam mengatakan, sebelumnya perusahaan memang telah putus kontrak kerja sama dengan Uniqlo dan Hugo Boss pada 2014. Pesanan dari Uniqlo sendiri diakuinya cukup besar hingga 30% total produksi garmen Sritex.

"Pada saat itu total produksi garmen kita kalau enggak salah sekitar 14 juta potong, kalau dia (Uniqlo) 5 juta potong sudah 30%. Gede juga," tuturnya kepada detikFinance, Kamis (18/5/2017).

Namun Welly mengaku kehilangan Uniqlo yang kini bekerja sama dengan PT Pan Brothers Tbk tidak berdampak besar bagi perusahaan. Sebab saat ini divisi pakaian militer Sritex semakin besar dan margin keuntungan dari Uniqlo diakuinya sangat kecil.

"Marginnya juga enggak cocok, jadi ya sudahlah tidak apa-apa," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Welly, saat ini Sritex juga kedapatkan kontrak kerja sama dengan brand-brand ternama seperti Takko, Costco, Lee dan Disney. Merek-merek tersebut menjalin kerja sama sejak awal tahun ini.

"Totalnya sekarang masih puluhan, saya lupa jumlahnya, tapi yang besar itu. Pelanggan kami juga loyal banget, 95% repeat order," tambah Welly.

Sementara menurutnya brand yang menyerap garmen Sritex paling besar adalaha H&M. Penjualan untuk merek ini memiliki porsi 5% dari total penjualan Sritex. Adapun penjualan Sritex di 2016 sebesar US$ 680 juta. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed