Pan Brothers Bangun 2 Pabrik Baru Tahun Ini Senilai Rp 390 Miliar

Pan Brothers Bangun 2 Pabrik Baru Tahun Ini Senilai Rp 390 Miliar

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 22 Mei 2017 17:50 WIB
Pan Brothers Bangun 2 Pabrik Baru Tahun Ini Senilai Rp 390 Miliar
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) tahun ini akan membangun dua pabrik baru melalui anak usahanya PT Eco Smart Garment Indonesia. Pembangunan dua pabrik tersebut akan dimulai pada semester II tahun ini.

Wakil Direktur Utama Pan Brothers Anne Patricia Sutanto mengatakan pihaknya tahun ini menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 37 juta. Sekitar US$ 30 juta atau sekitar Rp 390 miliar (kurs Rp 13.000) akan digunakan untuk pembangunan 2 pabrik tersebut, sisanya untuk maintenance pabrik yang ada saat ini.

"Maintenance itu untuk pengembangan pabrik yang ada. Kita saat ini ada 23 pabrik 23 pabrik kurang lebih di 8 lokasi," tuturnya di Graha CIMB, Jakarta, Senin (22/5/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anne menambahkan, sumber pendanaan capex akan diambil dari laba yang ditahan sebesar US$ 7 juta, sedangkan sisanya berasal dari global bonds yang diterbitkan perseroan pada Januari 2017 sebesar US$ 200 juta.

Kedua pabrik tersebut ditargetkan bisa beroperasi pada semester II 2018. Kedua pabrik tersebut memiliki kapasitas 21 juta pcs garment.

"Saat ini total kapasitas pabrik kita mencapai 90 juta pcs per tahun. Jika dua pabrik itu beroperasi kapasitas produksi kita meningkat 111 juta pcs per tahun," imbuhnya.

Kedua pabrik tersebut juga diperkirakan bisa menyerap tenaga kerja hingga 12 ribu pekerja. Adapun jumlah tenaga kerja Pan Brothers dari 23 pabrik yang ada mencapai 35 ribu pekerja.

Sayangnya Anne masih merahasiakan lokasi dari kedua pabrik baru tersebut. Namun dia memberi kisi-kisi kedua pabrik itu akan berada sekitar Jawa Tengah atau Jawa Barat, tergantung ketersediaan tenaga kerja.

"Lokasi bisa di Jawa Tengah bisa di Jawa Barat, yang penting man power-nya tinggi," tuturnya.

Bagikan Dividen Rp 2 per Saham

Pada hari ini, perusahaan juga mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 2 per saham atau Rp 11 miliar secara total. Keputusan tersebut juga telah disetujui para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Dividen nilainya Rp 2, secara total Rp 11 miliaran. Kurang lebih dari laba bersih sekitar 7-8%," kata Anne.

Untuk jadwal pembagian saham, perseroan akan mengambil data pemegang saham yang berhak menerima dividen pada 5 Juni 2017 (recording date).

"Untuk sampai ke pemegang saham kita sesuai aturan yang berlaku saja," tuturnya.

Pada 2016, PBRX mengantongi laba bersih sebesar US$ 14,58 juta dan penjualan sebesar US$ 482,2 juta. Tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 15%.

"Untuk bottom line targetnya kurang lebih sama dengan tahun lalu sekitar 2%," imbuhnya.

Pada kuartal I-2017 kinerja PBRX mengalami perlambatan. Tercatat laba bersih perseroan turun dibanding kuartal I-2016 sebesar US$ 3,72 juta menjadi US$ 2,18 juta.

Menurut Anne kuartal I memang merupakan siklus penjualan yang rendah bagi perseroan. Adapun puncak penjualan terjadi pada kuartal II dan III.

"Kuartal I memang paling rendah walaupun sizenya naik 10%. Tapi memang yang paling tinggi di kuartal II dan III itu. Kuartal III bisa cover target kita itu," tukasnya.

Kantongi Penjualan Rp 1,63 Triliun dari Uniqlo

Pan Brothers sebelumnya juga telah mengakuisisi Uniqlo dari PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Kini produk pakaian dari departement store asal Korea itu diproduksi di pabrik milik Pan Brothers.

Anne Patricia Sutanto mengatakan, sejak bekerjasama Uniqlo langsung menguasai penjualan garment Pan Brothers. Tahun lalu saja penjualan untuk Uniqlo mencapai 26% dari total penjualan Pan Brothers.

"Memang yang paling besar Uniqlo, tahun kemarin saja 26% dari total penjualan sebesar US$ 482,2 juta," tuturnya.

Jika dihitung maka penjualan Pan Brothers untuk Uniqlo mencapai US$ 125,37 juta atau setara Rp 1,63 triliun (kurs Rp 13.000). Porsi itu mengalahkan penjualan Pan Brothers di merek-merek ternama lainnya seperti The North Face, Adidas, H&M, IKEA dan puluhan merek lainnya.

"Posisi kedua itu The Nort Face, porsi penjualannya sekitar 9-10%," imbuhnya.

Anne juga mengungkapkan tahun ini pihaknya juga akan kedapatan satu lagi brand fashion ternama untuk bekerjasama. Sayangnya dia masih merahasikannya.

"Nanti di semester II, pokoknya brand fashion perempuan," tandasnya. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads