Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat tipis. Dolar AS berada di posisi Rp 13.295 dibandingkan kemarin sore Rp 13.300.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik 21,172 poin (0,37%) ke level 5.770,617. Sedangkan Indeks LQ45 menguat 5,323 poin (0,55%) ke level 966,166.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguatan IHSG yang terjadi pada pagi tadi tidak berlanjut, IHSG berbalik bergerak melemah siang ini. IHSG turun 14,323 poin (0,25%) ke 5.735,122. Indeks LQ45 melemah 2,141 poin (0,22%) ke 958,702.
Hingga siang ini, telah terjadi 163.293 kali transaksi sebanyak 4,8 miliar lembar saham senilai Rp 3,4 triliun. Sebanyak 125 saham menguat,153 saham melemah dan 126 saham stagnan.
Mayoritas indeks saham sektoral mengalami pelemahan. Hanya ada 4 sektor saham yang masih bertahan mengalami penguatan dipimpin sektor konsumsi yang naik 0,38%.
Pergerakan IHSG yang melemah, terjadi di tengah pergerakan bursa-bursa Asia yang mix siang ini. Belum ada sentimen positif dari pasar global yang bisa menjadi katalis penggerak pasar regional.
Berikut situasi di bursa regional siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menipis 41,65 poin (0,21%) ke level 19.636,63.
- Indeks Hang Seng naik 50,41 poin (0,20%) ke level 25.441,75.
- Indeks Komposit Shanghai berkurang 21,06 poin (0,68%) ke level 3.054,62.
- Indeks Straits Times menguat 15,51 poin (0,48%) ke level 3.229,08.
Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 525 ke Rp 73.725, Matahari (LPPF) turun Rp 450 ke Rp 15.450, Siloam International (SILO) turun Rp 400 ke Rp 11.400 dan Supreme Cable (SCCO) turun Rp 350 ke Rp 9.900. (dna/hns)











































