Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 23 Mei 2017 17:27 WIB

Belum Sah Caplok Sevel, Charoen Masih Irit Bicara

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
FOKUS BERITA 7-Eleven Tutup
Jakarta - PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) masih merahasiakan rencana pengembangan bisnis setelah mengakuisisi Master Franchise 7-Eleven (Sevel) di Indonesia dari PT Modern Sevel Indonesia (MSI). Sebab proses tersebut belum sah.

Presiden Direktur CPIN Tjiu Thomas Effendy mengatakan, agar pihaknya sah menjadi master franchise di Indonesia ada beberapa tahapan yang masih harus dilalui. Seperti penandatangan master franchise agreement antara entitas usahanya PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI) dengan pemegang merek Sevel yakni Seven & I Holding Co. Ltd

"Karena belum tercapai juga pemutusan master franchise agreement antara Sevel Pusat dengan pemegang (waralaba Sevel) saat ini MSI. Ini memang menjadi hot topic, tapi yang bisa kami jelaskan kami belum bicarakan bagaimana strategi ke depan," tuturnya di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Selain itu kata Thomas, juga masih ada persyaratan-persyaratan lainnya dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebab baik Charoen Pokphand Indonesia maupun PT Modern Internasional Tbk selaku induk dari MSI merupakan perusahaan tercatat di pasar modal.

"Jadi ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Sepanjang persyaratan itu belum terpenuhi, transaksi ini belum efektif. Sepanjangan belum efektif kami tidak dianjurkan atau belum saatnya untuk jelaskan apa strategi dan sebagainya," imbuhnya.

Thomas juga mengatakan saat ini pihaknya baru menjalin perjanjian jual beli atau conditional sales purchase agreement dengan MSI. Dalam perjanjian tertulis prosesnya baru akan selesai pada 30 Juni 2017.

"Perjanjian itu kita harapkan akan selesai 30 Juni 2017. Sepanjang masih ada waktu, segala sesuatu pasti masih bisa terjadi. Jadi kita harus patuhi perjanjian yang kami buat," tandasnya.

Masih Ada Potensi Batal Akuisisi

Charoen Pokphand masih menunggu keberlanjutan perjanjian jual beli atau conditional sales purchase agreement (CSPA) dengan PT Modern Sevel Indonesia (MSI) terkait rencana pengambil alihan master franchise 7-Eleven (Sevel) di Indonesia.

Ia mengatakan, masa berlaku penjanjian CSPA dengan MSI akan berakhir pada 30 Juni 2017. Dalam masa itu pemegang merek Sevel yakni Seven & I Holding Co. Ltd harus memutuskan terlebih dahulu kontrak master franchise dengan MSI.

Setelah itu, baru entitas usahanya PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI) bisa mendapatkan kontrak master franchise Sevel di Indonesia. Jika dalam masa itu proses-proses tersebut tidak tercapai maka Thomas mengakui ada kemungkinan akuisisi master franchise itu batal.

"Begini perjanjian itu kan seperti yang kita baca yang di laporan kami ke OJK dan BEI itu kan sampai ampe 30 Juni. nah kalau dalam negosiasi utk penadatanganan (putus kontrak) MSI itu tidak tercapai ya kemungkinan (batal) itu ada lah," tuturnya.

Oleh karena itu, pihak CPIN masih enggan menjelaskan rencana perseroan untuk memanfaatkan aset Sevel di Indonesia yang katanya mencapai Rp 1 triliun. Saat ini pihaknya fokus untuk mencapai kesepakatan dengan Seven & I Holding Co. Ltd.

"Kalau itu sudah, kedua itu dia memutuskan master franchise agreenment yang diberikan kepada MSI. Nah selanjutnya kita harus daftarkan waralaba inii ke Departemen Perdagangan atas nama kita," terangnya.

Jika pun batal, kata Thomas, Charoen masih memiliki jaringan toko ritel Prima Fresh Mart untuk menjual produk-produk olahan ayam. Adapun jumlah outlet Prima Fresh Mart saat ini mencapai 200 outlet.

"Ada atau tidak Sevel kan gini, kita punya toko Fresh Mart itu adalah toko enggak ada macem macem, yang ada hanya produk kita. Ini jadi kepanjangan tangan kita untuk mendekatkan diri dengan konsumen kita," tukasnya. (ang/ang)
FOKUS BERITA 7-Eleven Tutup
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed