Bakrie Telekom Anggarkan Belanja Investasi Rp 1 T 2005

Bakrie Telekom Anggarkan Belanja Investasi Rp 1 T 2005

- detikFinance
Jumat, 29 Apr 2005 15:10 WIB
Jakarta - PT Bakrie Telekom menganggarkan belanja investasi atau capital expenditure (capex) tahun 2005 sebesar Rp 1 triliun. Dana tersebut sebesar Rp 550 miliar berasal dari hasil right issue induk perusahaan yakni PT Bakrie and Brothers tbk."Disini saya tekankan bahwa dana yang diinjeksi kepada Bakrie Telekom senilai Rp 550 miliar untuk capex, bukan untuk melunasi pinjaman kepada Bank Mandiri," kata Direktur Keuangan Bakrie and Brother, Juanita Rohali, usai RUPS, Jumat (29/4/2005).Ditegaskan Juanita, pinjaman ke Bank Mandiri sama sekali tidak penah macet, karena selalu membayar bunga dan pokok utang dengan lancar. Juanita menambahkan, perseroan belum akan melakukan percepatan pembayaran utang kepada Bank Mandiri. "Jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan kredit Bakrie Telekom di Bank Mandiri macet," tegasnya.Sementara Dirut Bakrie and Brother, Bobby Gafur Umar mengatakan, Bakrie Telekom dengan produk andalannya esia telah memiliki pelanggan sebanyak 200 ribu. Dan diperkirakan hingga akhir April mencapai 220 ribu pelanggan.Bakrie Telekom juga akan menambah jaringan di 16 kota di Jawa Barat dan Banten. Diakui Bobby, investasi di Bakrie Telekom membutuhkan dana besar, namun potensi pasar yang didapat juga sangat bagus, dimana saat ini penetrasi telekomunikasi di Indonesia hanya sebesar 13 persen. Angka ini jauh dibawah Malaysia sebesar 60 persen, Singapura 80 persen dan Filipina 37 persen. Maka itu, lanjut Bobby, tidak heran jika perusahaan-perusahaan asing seperti Telekom Malaysia, Maxis yang masing-masing membeli Excelcomindo dan Lippo Telekom tergiur dengan pangsa pasar di Indonesia . "Tapi kita belum punya rencana menjual Bakrie Telekom karena kalau dijual sekarang nilainya sangat kecil. Kita harus memperbesar jaringan dulu," ujarnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads