Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 25 Mei 2017 18:30 WIB

Teror Bom Kampung Melayu Diyakini Tak Bikin Investor Panik

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Teror bom kembali terulang di Jakarta semalam. Bom meledak sekitar pukul 21.00 WIB di Terminal Kampung Melayu pada Rabu (24/5/2017). Korban pun berjatuhan dari peristiwa bom bunuh diri ini.

Terjadinya teror bom semalam tentu meninggalkan luka pada keluarga korban dan juga bagi pelaku pasar.

Merespons, kejadian semalam, Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih mengungkapkan bahwa investor memahami bahwa teror bom semalam di ibukota bukan karena situasi keamanan di Indonesia tidak kondusif.

"Sebetulnya dilihat dari potensi bom ada di mana, pelaku pasar menyadari bukan karena Indonesia atau Jakarta ada situasi keamanan yang tidak kondusif, itu bukan. Karena teror bom bisa terjadi di mana saja," kata Lana saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (25/5/2017).

Melihat ke belakang, saat tragedi bom Thamrin tahun lalu, kejadian tersebut tidak terlalu banyak memengaruhi pasar. Dampak teror bom Kampung Melayu pun bisa sedikit diminimalisir karena adanya hari libur.

"Yang juga menolong adanya hari libur, sehingga besok ketika masuk lebih tenang," tutur Lana.

Pada pembukaan perdagangan besok, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami koreksi. Namun, ia menyatakan koreksi yang terjadi tidak terlalu dalam dan terjadi dalam waktu yang sebentar.

"Bisa saja besok ada koreksi, mungkin tidak terlalu dalam," kata Lana.

Secara terpisah, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, baru dinaikannya peringkat layak investasi Indonesia dari lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) perlu dijaga dengan baik oleh seluruh pihak.

"Stabilitas sosial politik dan keamanan nasional perlu terus dijaga. Persepsi investasi serta keputusan investor kedepannya dapat dipengaruhi oleh stabilitas politik dan kondisi keamanan nasional," kata Josua.

Di sisi lain, kata Josua, ada beberapa hal yang bisa menjadi penguat pasar keuangan Indonesia untuk menarik investor masuk lebih banyak, antara lain masih melemahnya dolar AS terhadap rupiah dan masih baiknya pasar keuangan di regional Asia. Sentimen positif tersebut diharapkan dapat meredam gejolak pasca teror bom semalam.

"Saya mengharapkan keamanan nasional dapat terus ditingkatkan sehingga iklim investasi masih terjaga pasca rating upgrade," ujar Josua.

Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta menambahkan, sentimen negatif pasca teror bom semalam tak akan berlangsung lama. Menurutnya, prospek investasi di Indonesia masih terbilang baik.

"Dalam jangka panjang, prospek investasi di Indonesia masih cukup baik ya, Indonesia kan enggak cuma Jakarta. Di sisi lain, pemerintah harus cepat dan tanggap untuk menyelesaikan kasus ini, supaya rasa aman bisa pulih," tukas Rangga. (mca/mca)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed