Produsen Topi Koki Bangun Pabrik Rp 100 Miliar Tahun Depan

Produsen Topi Koki Bangun Pabrik Rp 100 Miliar Tahun Depan

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 26 Mei 2017 17:44 WIB
Produsen Topi Koki Bangun Pabrik Rp 100 Miliar Tahun Depan
Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - PT Buyung Poetra Sembada Tbk akan melakukan penawaraan umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 700 juta saham atau 29,79% dari modal yang disetor.

Dengan mematok harga saham di kisaran Rp 300-400 per saham maka perseroan akan memperoleh dana hasil IPO sekitar Rp 210-280 miliar.

Direktur Independen Buyung Poetra Sembada, Budiman Susilo mengatakan dana hasil IPO itu seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja. Perusahaan produsen beras bermerek Topi Kaki itu tahun ini tidak menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk melakukan ekspansi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Capex tahun ini kita tidak siapkan, karena kita baru selesai investasi di 2016. Jadi capex tahun ini enggak ada, dana IPO seluruhnya untuk working capital," tuturnya di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Jumat (26/5/2017).

Sementara Presiden Direktur Buyung Poetra Sembada, Sukarto Bujung mengatakan, pihaknya baru akan melakukan ekspansi di 2018. Rencananya perseroan akan membangun satu pabrik dengan dengan biaya yang ditaksir sekitar Rp 100 miliar.

"Dana itu termasuk pembangunan pabrik berikut tanahnya. Sumbernya dari internal cash hasil usaha perseroan," imbuhnya.

Saat ini perseroan mengaku masih mencari lahan untuk pabrik baru tersebut di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lokasi yang akan dipilih berada dekat dengan sentra penghasil padi.

"Pabrik baru 2018 rencananya kapasitasnya kurang lebih sekitar 20 ton per jam," tambahnya.

Saat ini Buyung Poetra Sembada memiliki 2 pabrik yang berlokasi di Pasar Induk Cipinang dengan kapasitas produksi 43.200 ton per tahun dan di Subang berkapasitas 259.200 ton per tahun.

Bidik Laba Tumbuh 20%

Buyung Poetra Sembada menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih tahun ini sekitar 20% di banding 2016. Pada tahun lalu perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 1,15 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 43,82 miliar. Jika dihitung maka perseroan menargetkan penjualan tahun ini sebesar Rp 1,38 triliun dan laba bersih Rp 52,58 miliar.

"Kami yakin pendapatan dan laba tahun ini akan in line," tutur Budiman.

Sementara Investor Relations BPS Dion Surijata mengungkapkan hingga kuartal I-2017 pihaknya telah mengantongi penjualan sebesar Rp 340 miliar. Dia yakin kuartal II-2017 penjualanya akan meningkat 20% dibanding kuartal sebelumnya lantaran adanya bulan puasa.

"Musim Lebaran pasti meningkat, juga banyak orang beli beras untuk zakat dan mengantisipasi libur panjang mereka stok beras. Jadi dua bulan setelahnya biasanya penjualan kita turun, akhir tahun akan naik lagi," ujarnya.

Untuk jalur distribusi penjualan, BPS menggunakan 2 saluran yakni pasar tradisional dan super market. Pada 2016 penjualan BPS di pasar tradisional menguasai 54,9% sedangkan super market sebesar 43,3%.

Adapun produk beras yang dijual BPS selain merek milik sendiri bernama Topi Koki, perseroan juga menjual produk dengan private label untuk beberapa toko ritel seperti Indomaret, Giant, Lotte Mart, Hero, Hypermart dan Yomart.

Untuk penjualan merek sendiri secara value menyumbang 75,92% sedangkan private label 23,63%. Sementara secara value penjualan merek sendiri menyumbang porsi 75,23% dan private label sebesar 22,61%. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads