Analis Fix Income Mandiri Sekuritas Handy Yunianto mengatakan per Mei obligasi sudah tumbuh di kisaran 8,5%. Menurut dia ini merupakan pencapaian yang baik.
"Yang perlu dilihat adalah, Bank Indonesia (BI) tidak menaikkan suku bunga acuan untuk mempertahankan posisi ini," kata dia dalam Macro Economic Outlook di Gedung Bank Mandiri, Jakarta (30/5/2017
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, saat ini obligasi di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.
Terakhir per 29 Mei yield obligasi Indonesia tercatat masih 6,95% lebih tinggi dibandingkan negara asia lain seperti India (6,66%), Vietnam (6%), Filipina (5,16%), Malaysia (3,87%), China (3,75%), Thailand (2,63%), Singapura (2,12%), Hong Kong (1,32%) dan Jepang (0,04%)
"Semua faktornya masih positif, yield yang ditawarkan juga masih menarik," ujarnya.
Namun yang mesti diwaspadai risiko global adalah politik pemilihan umum, Brexit, devaluasi China Yuan. Peningkatan Fed Fund Rate (FFR) dan depresiasi nilai tukar. (ang/ang)











































