THR sejatinya diberikan memang untuk merayakan hari raya, seperti membeli makanan, pakaian atau mudik. Namun Menurut Perencana Keuangan dari Rencana Mitra Edukasi (RME) Mike Rini jauh lebih baik jika Anda merayakan hari raya dengan sederhana dan mengalokasikan THR untuk berinvestasi.
"Saran saya mumpung ada duit lebih bisa tambahain investasi kita. Karena investasi dibutuhkan untuk masa depan," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Selasa (30/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya jika untuk biaya sekolah anak bisa tambahkan ke reksa dana. Atau jika untuk tambah-tambahan pensiun kita bisa beli emas," imbuhnya.
Selain berinvestasi, bulan Ramadan juga sebenarnya memberikan peluang besar untuk meraup pemasukan tambahan dari bisnis musiman. Seperti berjualan makanan berbuka puasa, kue kering khas Lebaran, atau berjualan pakaian.
Namun untuk berbisnis saat Ramadan, menurut Mike seharusnya sudah dipersiapkan sebulan sebelum puasa. Sebab Anda tentu harus memperhitungkan modal yang dikeluarkan untuk memulai bisnis tersebut.
"Nah modalnya bisa diambil dari tabungan yang sudah ada. Nanti THR untuk menutupi kekurangan atau mengganti tabungan yang sudah keluar," tandasnya. (ang/ang)











































