Bos BEI Dipanggil ke Istana, Bahas IHSG Tembus 6.000 dengan Jokowi

Bos BEI Dipanggil ke Istana, Bahas IHSG Tembus 6.000 dengan Jokowi

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 07 Jun 2017 19:07 WIB
Bos BEI Dipanggil ke Istana, Bahas IHSG Tembus 6.000 dengan Jokowi
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menembus rekor tertinggi tahun ini di kisaran 5.800-an. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Direktur Utama BEI Tito Sulistio ke Istana Negara, Jakarta Pusat.

Tito mengaku, kehadirannya di Istana Presiden dalam rencana laporan terkait dengan perkembangan pasar modal di Indonesia.

"Pertumbuhan bursa bagaimana cara supaya bisa 6.000 (IHSG), bagaimana cara supaya bisa bantu rating bagus, laporan saja kok," kata Tito di Komplek Istana, Jakarta, Rabu (7/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bos BEI itu tiba di Komplek Istana sekitar pukul 16.20 WIB dengan menggunakan batik lengan panjang berkelir cokelat dan bercelana bahan berwarna hitam. Pertemuannya pun cukup lama, lantaran Tito baru keluar sekitar pukul 17.35 WIB.

Hari ini, IHSG pada perdagangan hari ini ditutup di level 5.717,32. Tito mengaku, pembicaraan dengan Mantan Wali Kota Solo ini tidak dilakukan secara mendatail terkait dengan target IHSG yang harus tembus di level 6.000.

Namun, dirinya memastikan cara-cara yang akan ditempuh dengan memastikan pasar modal sebagai salah satu instrumen yang nantinya bisa mengalir ke sektor riil.

"Instrumen tidak langsung untuk investasi itu adalah di pasar modal. Duit yang masuk ke Indonesia supaya berputar cepat, instrumennya d pasar modal nanti larinya baru ke real sector. Beliau lihat itu, dengan instrumen yang ada bisa mengucur ke sektor riil," jelasnya.

Selain itu, dalam pertemuan juga dibahas mengenai penerapan aturan yang kondusif. Maksudnya, kata Tito, teknis bagaimana memberikan kemudahan berinvestasi, hingga memperkuat broker.

Selanjutnya, Presiden Jokowi juga meminta adanya penguatan MSCI Indeks. MSCI adalah indeks yang dibuat oleh Morgan Stanley Capital Internasional untuk mengukur performa pasar di area tertentu. Indeks bentukan MSCI ini seringkali menjadi tolak ukur alias benchmark bagi investor global dan juga fund manager global.

Lanjut Tito, peningkatan porsi saham perusahaan-perusahaan Indonesia yang masuk dalam MSCI Indeks. Apalagi, Indonesia telah mendapat peningkatan rating dari lembaga pemeringkat S&P menjadi investment grade.

"Intinya Pak Presiden minta dilaporkan perkembangan kejadian di pasar. Kan saya tiap hari melihat pasar. Pak Presiden minta persoalan pasar dilaporkan. Kan banyak kejadian, misal tiba-tiba MSCI turun sedikit kan harus diupdate kenapa, gimana kita sama-sama naikkan rating. Saya bilang kita ikut perintah dari fiskal dan moneter," tutupnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads