ADVERTISEMENT

Melantai di Bursa, Alfa Energi Bidik Omzet Rp 180 Miliar

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 09 Jun 2017 11:25 WIB
Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Setelah melantai di pasar modal, PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) menjanjikan kinerja yang apik tahun ini. Dengan harga batu bara yang semakin membaik perseroan yakin akan menunjang bisnis inti.

Direktur Utama Alfa Energi Investama Aris Munandar menjelaskan, ada dua inti lini bisnis perusahaan yakni manajemen batu bara dan perdagangan batu bara. Ke depan pihaknya akan fokus pada perdagangan batu bara.

"Maka dengan IPO (penawaran umum saham perdana) ini kami berusaha meningkatkan penjualan terutama di di sisi trading. Sebagai modal kerja akan kita gunakan support trading batu bara," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (9/6/2017).

Aris menambahkan, di siis perdagangan batu bara pihaknya menangani kontrak baik jangka panjang selama 12 bulan atau jangka pendek di bawah 3 bulan. Ke depan pihaknya akan fokus menggarap kontrak jual beli batu bara di jangka panjang.

"Mengingat fluktuasi harga batu bara yang cukup fluktuatif, oleh karena itu kami harapkan 70% kontrak jangka panjang, 30% untuk kontrak jangka pendek," tambahnya.

Menurutnya saat ini batubara merupakan komoditas yang sulit diprediksi. Meski saat ini harga batu bara sudah kembali pulih, namun fluktuasi harga masih bisa terjadi.

"Pada awal tahun benchmark harga sekitar US$ 42 dolar per metrik ton, dan hari ini diperdagangkan sekitar US$ 75-77 per metrik ton. Artinya ada apresiasi lebih dari 50%. Ini karena supply and demand terutama dari China. Kebutuhan China menjadi katalis mengapa perdagangan batubara di dunia naik cukup tinggi," terangnya.

Dengan mengacu kondisi saat ini, perseroan menargetkan penjualan batu bara diakhir tahun mencapai 600 ribu ton batu bara dengan nominal Rp 180 miliar. Target tersebut meningkat hampir dua kali lipat dari penjualan di 2016 sebesar Rp 98,68 miliar dengan volume penjualan 248 ribu ton

Sekadar informasi, pada 2016 total aset Alfa Energi Investama mencapai Rp 333,25 miliar atau meningkat Rp 65,3 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 267,9 miliar. Sementara total utang perseroan hingga akhir 2016 sebesar Rp 253,8 miliar dan ekuitas sebesar Rp 79,4 miliar. (ang/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT