Astra Internasional Akan Bagi Dividen Rp 370/saham

Astra Internasional Akan Bagi Dividen Rp 370/saham

- detikFinance
Sabtu, 30 Apr 2005 10:41 WIB
Jakarta - PT Astra Internasional Tbk (ASII) akan membagikan dividen final untuk kinerja laba bersih tahun 2004 sebesar Rp 370 per saham. Jumlah ini sudah termasuk dividen interim yang telah dibayarkan Rp 100 pada 12 November 2004."Manajemen Astra akan mengusulkan pembagian dividen Rp 370 per saham termasuk yang sudah dibayarkan untuk dividen interim Rp 100 per saham. Ini akan dimintakan persetujuannya dalam RUPS," kata sumber detikcom, Sabtu,(30/4/2005). Astra mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 26 Mei 2005.Nantinya jumlah dividen yang akan diterima pemegang saham berikutnya tinggal sebesar Rp 270 per saham. Jumlah dividen final sebesar Rp 370 per saham merupakan 30 persen dari laba bersih tahun 2004 yang mencapai Rp 5,406 triliun."Dividen yang akan dibagikan ini lebih besar dibandingkan dividen final tahun 2003 yang sebesar Rp 220 per saham yang merupakan 25 persen dari laba bersih tahun 2003," katanya. Laba bersih ASII tahun 2003 sebesar Rp 4,422 trilin. Kinerja Triwulan I-2005PT Astra Internasional Tbk (ASII) mencatat laba bersih konsolidasi pada triwulan I-2005 sebesar Rp 1,510 triliun atau naik 22 persen dibandingkan triwulan I-2004 yang sebesar Rp 1,235 triliun.Kenaikan laba bersih ini karena melonjakanya pendapatan bersih sebesar 63 persen menjadi Rp 14,305 triliun pada triwulan I-2005 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 8,755 triliun."Permintaan pasar terhadap mobil dan sepeda motor meningkat, selain itu juga terjadi penurunan utang dari induk perusahaan Astra. Kinerja Astra pada triwulan pertama 2005 sangat baik dan kami memperkirakan prestasi tersebut akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini," kata Budi Setiadharma, Presiden Direktur ASII dalam keterangan tertulis, Sabtu,(30/4/2005).Kontribusi segmen otomotif mengalami kenaikan sebagai dampak dari besarnya permintaan konsumen baik atas mobil maupun sepeda motor. Penjualan mobil tumbuh sebesar 40 persen menjadi 66.854 unit akibat besarnya penjualan Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Toyota Kijang Innova. Hal ini menyebabkan pangsa pasar Astra meningkat tipis menjadi 46,4 persen dibandingkan kuartal pertama tahun 2004. Sedangkan penjualan sepeda motor Honda naik sebesar 33 persen menjadi 617.868 unit, mewakili pangsa pasar 50 persen atau tumbuh 1,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penjualan komponen di semua jenis juga meningkat. Begitu pula kontribusi dari segmen non-otomotif yang terutama terdiri dari jasa keuangan, alat berat atau pertambangan dan perkebunan yang menunjukkan peningkatan cukup signifikan.Dari segmen alat berat atau pertambangan, PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatat penjualan 771 unit alat berat Komatsu, yakni naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan pada kuartal pertama tahun lalu. Kontraktor penambangan, PT Pamapersada Nusantara, memberikan kontribusi pada hasil usaha dengan produksi batubara dan overburden yang lebih tinggi. Pertumbuhan dari segmen jasa keuangan didorong dari pembiayaan mobil dan sepeda motor seiring dengan peningkatan penjualan kedua produk otomotif tersebut. Jumlah pembiayaan naik sebesar 61 persen menjadi Rp 5,4 triliun. Kontribusi dari segmen ini, termasuk bagian laba bersih dari Bank Permata dengan kepemilikan sebesar 31,55 persen.Kontribusi dari segmen perkebunan menurun, kendati volume penjualan minyak sawit mentah meningkat 4 persen, harga rata-rata minyak sawit mentah turun sebesar 18 persen menjadi Rp 3.156 per kilogram. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads