Follow detikFinance
Kamis, 15 Jun 2017 13:21 WIB

Batal Ambil Alih Sevel, Charoen Fokus Kembangkan Prima

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rini/detikcom Foto: Rini/detikcom
FOKUS BERITA 7-Eleven Tutup
Jakarta - Rencana akuisisi master franchise 7-Eleven (Sevel) di Indonesia dari PT Modern Sevel Indonesia (MSI) oleh PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI) telah dipastikan batal.

PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) selaku induk CPRI menegaskan, pihaknya tidak terlalu bernafsu untuk mencari jaringan toko ritel lainnya untuk di akuisisi. Pihaknya kini hanya akan fokus mengembangkan jaringan minimarket miliknya yakni Prima Freshmart.

"Belum ada rencana akuisisi lain, Prima Fresmart saja masih harus dikembangkan," kata Komisaris Independen CPIN Suparman Sastrodimedjo di kantor pusat CPIN, Ancol, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

[Gambas:Video 20detik]

Kendati begitu Suparman mengakui, pada awalnya pihaknya memang berniat untuk mengakuisisi Sevel. Apalagi pihak MSI sudah menawarkannya.

"Sama-sama kita niat, dia juga nawarin. Kalau yang belinya tidak ada kan tidak jadi juga. Jadi ya sama-sama," imbuhnya.

Sebelumnya Suparman mengatakan batalnya proses akuisisi terjadi saat proses diskusi dengan pemegang merek Sevel yakni Seven & I Holding Co. Ltd. Dalam diskusi tersebut ada beberapa hal yang tidak mencapai kesepakatan.

"Sudah batal itu. Kita sudah melalui pertimbangan-pertimbangan. Kita mau, tapi hasil perundingan dengan Sevel di AS itu tidak ketemu. Jadi di sananya bukan karena yang di sini," terangnya.

Suparman mengatakan, ketidaksepakatan bukan dari sisi nominal akuisisi ataupun proses legalitas, melainkan prinsip-prinsip yang dipegang Sevel pusat. Seperti misalnya Seven & I Holding Co. Ltd tetap ingin outletnya di seluruh dunia buka 24 jam, sementara pihak CPIN ingin ada pengecualian di beberapa titik.

"Contohnya kita minta barangkali beberapa daerah karena kerawanan, kita minta tidak buka 24 jam, nah dia tidak setuju. Jadi hasil diskusi yang tidak ketemu," terangnya.

Selain itu, pihak CPIN juga ingin merubah beberapa sistem operasi Sevel. Seperti misalnya mengubah konsep 'nongkrong' di Sevel.

Kendati begitu pihak CPIN menghargai keputusan Seven & I Holding Co. Ltd. Menurut Suparman itu merupakan prinsip perusahaan yang harus dihormati.

"Itu mungkin sepele bagi orang lain, tapi prinsip bagi dia," tandasnya.

Sekadar informasi, sebelumnya CPIN telah mengumumkan akan mengambil alih master franchise Sevel di Indonesia serta membeli seluruh aset dari MSI dengan menyiapkan dana Rp 1 triliun.

Namun beberapa waktu yang lalu PT Modern Internasional Tbk (MDRN) sebagai induk usaha dari MSI mengumumkan pembatalan karena tidak tercapai kesepakatan. (ang/ang)
FOKUS BERITA 7-Eleven Tutup
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed