Follow detikFinance
Kamis 15 Jun 2017, 19:30 WIB

Cuti Bersama 23 Juni, Perdagangan Saham Libur

Danang Sugianto - detikFinance
Cuti Bersama 23 Juni, Perdagangan Saham Libur Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Dengan keluarnya Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2017 tentang Cuti Bersama Tahun 2017, pemerintah menetapkan 23 Juni 2017 sebagai cuti bersama Lebaran 2017.

Atas keputusan tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) juga ikut memutuskan untuk meliburkan perdagangan saham di pasar modal mulai 23 Juni 2017 hingga 30 Juni 2017.

"Kita libur dari 23 Juni sampai dengan 30 Juni. Pengumumannya sudah diteken. Kita ikuti aturan pemerintah," kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Tito mengatakan awalnya BEI belum meliburkan perdagangan di 23 Juni. Bahkan ada jadwal pencatatan saham perdanan (listing) pada tanggal itu.

"Akhirnya kita geser yang listing di tanggal 23 Juni jadi tanggal 21 Juni," tambahnya.

Soal BI Tahan Suku Bunga

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut baik keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan. Saat ini BI 7 Days Reverse Repo Rate tetap berada di level 4,75% yang berlaku efektif 16 Juni 2017.

Menurut Direktur Utama BEI Tito Sulistio, keputusan BI merupakan sinyal tingkat kepercayaan diri yang tinggi dari pemerintah dan BI terhadap kondisi perekonomian saat ini. Sebab BI memutuskan untuk mengikut The Fed yang menaikan suku bungan acuan Amerika Serikat (AS) 25 basis poin menjadi 1-1,25%.

"Dalam keadaan demikian BI berani nahan, itu berarti kepercayaan diri yang besar. Kita di Pasar Modal mendukung itu," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Menurut Tito kondisi fundamental ekonomi RI memang sedang menunjukan sinyal positif. Mulai dari inflasi yang masih tertahan hingga naiknya rating investasi Indonesai yang diberikan lembaga rating dunia S&P.

"Pertanyaannya distribusi pangan yang baik sudah terjawab, sampai sekarang tidak ada complain. Wajar saja kalau ekspor seperti turun dan impor seperti naik, mau Lebaran tapi tanda-tanda ekonomi membaik. Bursa bayangin fed naik, tetep aja indeks kita 5.700-an," imbuhnya.

Sementara untuk pasar modal, kata Tito saat ini masih dalam kondisi yang prima. Meski perdagangan sekidikit turun namun rata-rata transaksi harian masih terjaga di level Rp 6 triliun, meskipun beberapa minggu kemarin sempat turun hingga Rp 4 triliun.

"Memang hanya karena menuju Lebaran pasar modal sedikit sulit. Banyak orang enggak mau transaksi, cuti juga," tandasnya. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed