Tito menjelaskan, dari sisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak Juni 2014 hingga saat ini sudah meningkat 17%. Di mana IHSG pada 14 Juni 2015 berada di level 4.910,7 sementara hingga 16 Mei 2017 IHSG tercatat di posisi 5.738,2.
"Sementara kemarin kita hampir menyentuh level 5.800. Artinya indeks kita hampir 900 poin naiknya dari 2 tahun yang lalu," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (15/6/2017).
Sementara dari sisi rata-rata nilai transaksi harian meningkat 39% dari Rp 6,2 triliun di Juni 2015 menjadi Rp 8,6 triliun di 16 Mei 2017. Meskipun pada 15 Juni 2016 turun di posisi Rp 5,5 triliun. Dari sisi nilai kapitalisasi pasar meningkat 25% dari Rp 5.000,3 triliun menjadi Rp 6.250,3 triliun.
Sementara jumlah investor saham meningkat 50% dari 389.089 SID (Single Investor Identification) menjadi 583.762. Dari angka itu investor saham yang aktif transaksi secara bulanan meningkat 34% dari 73.943 menjadi 99.299. Sedangkan jumlah investor reksadana saat ini sebanyak 523.309.
Sayangnya jumlah emiten hanya meningkat 6% dari 14 Juni 2015 sebanyak 512 emiten menjadi 543 emiten di 16 Mei 2017.
"Intinya buat regulator bagaimana kami membuat confidence market naik sekali. Pengetahuan inklusi pasar modal naik sekali. Bagaimana trust juga meningkat," tukasnya. (ang/ang)











































