Follow detikFinance
Jumat 16 Jun 2017, 17:12 WIB

Izin Usaha Inti Kapital Sekuritas Dicabut

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Izin Usaha Inti Kapital Sekuritas Dicabut Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT Inti Kapital Sekuritas (IKS), dahulu PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas (PT AAA Sekuritas), sebagai perantara pedagang dan penjamin emisi efek.

Direktur Penetapan Sanksi dan Keberatan Pasar Modal OJK, Novira Indria Ningrum mengatakan pencabutan dilakukan berdasarkan kasus dugaan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

"Direksi dan komisaris perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran pada repo obligasi dengan PT Bank Antar Daerah (Bank Anda) dan Bank Maluku juga diberi sanksi," kata Novira dalam siaran tertulis, Jumat (16/6/2017)

Novira mengungkapkan IKS tidak mencatatkan transaksi Repo Obligasi dengan Bank Anda dalam mata uang dolar AS, baik dalam Laporan Keuangan Tahunan maupun Laporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD). Ini dalam periode 7 Agustus 2014 sampai 26 November 2014.

Perusahaan ini juga melakukan pencatatan repo dengan Bank Anda dan Bank Maluku bukan sebagai utang repo. Kemudian dengan Bank Maluku dalam Laporan Keuangan Tahunan 2010 sampai 2013.

"Lalu untuk Laporan MKBD IKS dari tanggal 1 September 2014 sampai 2 Desember 2014 bukan sebagai Utang Repo," ujar dia.

Kemudian, IKS juga tidak memberikan akses kepada Bank Maluku dan Bank Anda untuk memonitor mutasi atau saldo efek dana yang disimpan pad Sub Rekening Efek atas nama Bank Maluku dan Bank Anda yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Direktur Utama IKS periode Oktober 2008–Oktober 2014 Theodorus Andri Rukminto dikenakan sanksi administratif berupa denda Rp 100 juta. Sebagai wakil perantara pedagang efek yang bertransaksi dengan Bank Anda, Andri lalai, rekening yang digunakan sebagai tempat penerimaan dana atas transaksi tersebut tidak tercatat (off balance sheet) di Laporan Keuangan dan Laporan MKBD di IKS.

IKS juga melakukan transaksi penjualan Obligasi milik Bank Anda tanpa perintah. Kemudian Andri jga bertanggung jawab atas adanya kesalahan dalam substansi dan penyajian pada Laporan Keuangan Tahunan IKS tahun 2010-2013.

Direktur IKS, Lulu Eleonora juga diberi sanksi berupa denda Rp 50 juta. Lulu selaku Wakil Perantara Pedagang Efek telah melakukan transaksi dengan Bank Anda, di mana rekening yang digunakan sebagai tempat penerimaan dana atas transaksi tersebut tidak tercatat (off-balance sheet) di Laporan Keuangan dan Laporan IKS.

Lulu selaku Direktur Kepatuhan IKS tidak melaporkan kepada OJK terkait adanya indikasi pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan atas transaksi Repo yang dilakukan oleh IKS.

Lulu juga bertanggung jawab atas terdapatnya kesalahan dalam substansi dan penyajian pada Laporan Keuangan Tahunan IKS tahun 2012-2013.

Direktur IKS Irza Diwputra Susilo, Direktur IKS Indra Christanto Komisaris IKS Susanto Hadi, Komisaris Zamzam Reza. Direktur Operasional IKS Anita, Akuntan yang melakukan Audit Hanna Prathiwi Handayani juga mendapatkan sanksi administratif. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed