4 Saham Masuk Bursa Sekaligus, Naik atau Turun?

4 Saham Masuk Bursa Sekaligus, Naik atau Turun?

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 21 Jun 2017 09:32 WIB
4 Saham Masuk Bursa Sekaligus, Naik atau Turun?
Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Jakarta - Pasar modal Indonesia hari ini kembali kedatangan emiten baru. Namun spesialnya hari ini, ada 4 perusahaan yang melakukan pencatatan saham perdana (listing) secara sekaligus.

Main hall di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) terasa sesak, lantaran banyaknya tamu undangan yang hadir dari keempat perusahaan. Apa saja perusahaan tersebut dan bagaiman pergerakan sahamnya di awal perdagangan? Berikut pantauan detikFinance di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (21/6/2017).

1. PT Hartadinata Abadi Tbk
Perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan penyedia perhiasan emas ini menawarkan sahamnya di level Rp 300 per saham. Ketika dicatatkan saham berkode HRTA ini langsung menguat 50% atau 150 poin ke level Rp 450 per saham

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Frekuensi saham HRTA diperdagangan awal sebanyak 111 kali. Nilai transaksi mencapai Rp 1,18 miliar, dengan jumlah saham sebanyak 26.313 lot.

Adapun total saham yang dilepas sebanyak 1.105.262.400 lembar saham atau sebanyak 24% dari jumlah modal yang disetor setelah IPO (initial public offering). Jika dihitung total dana segar yang diperoleh Hartadinata dari proses IPO mencapai Rp 331,57 miliar.

Rencananya sekitar 50% dana tersebut akan digunakan untuk refinancing sebagian dari pinjaman modal kerja. Lalu separuh lagi akan digunakan untuk modal kerja dengan rincian 42% untuk pembelian bahan baku, 6% untuk peremajaan dan pembelian mesin peralatan dan 2% untuk aplikasi sistem e-commerce.

2. PT MAP Boga Adiperkasa Tbk
Saham anak usaha dari PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dibuka langsung menguat 520 poin atau 30,95% ke level Rp 2.200. Adapun harga saham yang ditawarkan di level Rp 1.680 per lembar.

Saham berkode MAPP ini ditransaksikan sebanyak 1 lot dengan nilai sebesar Rp 220.000. Sementara total frekuensi saat perdagangan dibuka sebanyak 1 kali.

MAPP melepas sahamnya sebanyak 20,9% dari saham yang disetor penuh perseroan kepublik. Namun sekitar 19,88% saham sebanyak 431.548.900 lembar akan diserap oleh GA Robusta F&B Company Pte. Ltd (GAR). Hal itu sebagai konversi obligasi yang diterbitkan induk menjadi kepemilikan saham.

Sehingga saham MAPP yang tersisa untuk publik hanya 1% atau hanya sebanyak 22,17 juta lembar. Jika dihitung maka perseroan akan memperoleh dana segar hasil IPO sebesar Rp 37,25 miliar. Sebab sisanya hanya berupa konversi obligasi menjadi kepemilikan saham.

Dana tersebut akan digunakan perseroan untuk mengembangkan lini usaha di bidang food and beverage, di mana perseroan memiliki penguasaan brand di Indonesia seperti Starbucks, Pizza Express, Krispy Kreme, Cold Stone dan GODIVA Chocolate.

Tahun ini pihaknya berencana akan menambah 70 gerai dari 5 merek tersebut. Paling besar penambahan untuk gerai Starbucks.

4 Saham Masuk Bursa Sekaligus, Naik atau Turun?Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance

3. PT Integra Indocabinet Tbk
Harga saham Integra Indocabinet dibuka menguat 15,38% atau 40 poin ke level Rp 300. Saham berkode WOOD ini ditawarkan di harga Rp 260.

Saham WOOD ditransaksikan sebanyak 177 kali. Nilai transaksinya mencapai Rp 2,66 miliar dengan volume sebanyak 96.221 lot.

Perseroan melepas sebanyak 1,25 miliar lembar saham atau setara 20% dari modal yang ditempatkan. Dengan harga saham Rp 260 maka WOOD akan memperoleh dana segar sebesar Rp 325 miliar.

Sekitar 90% dana tersebut akan digunakan untuk belanja modal induk dan anak usahanya. Sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja pereseroan dan anak usaha.

4. PT Armidian Karyatama Tbk
Armadian Karyartama menawarkan harga sahamnya di level Rp 300. Saat dicatatakan saham berkode ARMY ini langsung menguat 50% atau 150 poin ke level Rp 450.

Saham ARMY ditransaksikan dengan frekuensi sebanyak 57 kali. Nilai transaksi sebanyak Rp 1,11 miliar dari 26.584 lot yang diperdagangkan.

Perseroan melepas sahamnya sebanyak 1,63 miliar lembar saham baru atau 20% dari total modal yang ditempatkan. Dengan begitu Armidian Karyatama memperoleh dana segar hasil IPO sebesar Rp 491,25 miliar.

Dana tersebut sekitar 70% akan digunakan untuk perluasan cadangan lahan. Sementara 30% akan digunakan untuk pelunasan pinjaman. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads