PT Timah Untung Rp 65 Miliar di Kuartal I, Sebelumnya Rugi

PT Timah Untung Rp 65 Miliar di Kuartal I, Sebelumnya Rugi

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rabu, 21 Jun 2017 18:48 WIB
PT Timah Untung Rp 65 Miliar di Kuartal I, Sebelumnya Rugi
Ilustrasi Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - PT Timah Tbk (TINS) mencatat laba Rp 65,86 miliar di kuartal I-2017. Pada periode yang sama tahun lalu perusahaan pelat merah ini mencatat rugi Rp 138,85 miliar.

Sementara pendapatan BUMN tambang ini tercatat Rp 2,05 triliun atau naik 57,24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan disebabkan oleh naiknya harga rata‐rata komoditas

Seperti dikutip dari siaran pers Perseroan, Rabu (21/6/2017), meningkatnya kinerja produksi bijih timah tak lepas dari target Perseroan yang diemban tahun ini yaitu antara 32K-35K ton. Pada kuartal I‐2017, produksi bijih mencapai 7.675 ton meningkat 125,37% dibandingkan kuartal I‐2016.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberhasilan ini tak lepas dari kebijakan Perseroan melakukan rekondisi & replacement, pembesaran kapasitas dan penguatan sarana pendukung produksi. Beberapa yang dilakukan Perseroan demi peningkatan kinerja produksi seperti pembukaan unit baru tambang darat, penambahan armada kapal produksi, serta adopsi teknologi peleburan yang lebih efektif melalui alokasi belanja modal sebesar total Rp 2,6 triliun.

Saat ini produk Perseroan mengalami peningkatan penjualan logam timah menjadi sebesar 6.963 mton pada kuartal I‐2017. Sedangkan produk hilir yang dijual oleh Perusahaan Anak, PT Timah Industri juga mengalami kenaikan penjualan yaitu tin solder menjadi 114 ton dan produk tin chemical menjadi 890 ton.

Produk hilir saat ini mempunyai potensi pasar yang besar karena masih sedikit pemain hilir timah domestik. Jika Perseroan dapat memenuhi target produksi bijih antara 32K – 35K ton pada akhir tahun, dipastikan pendapatan Perseroan akan meningkat signifikan dibandingkan tahun 2016, apalagi jika melihat harga logam timah dunia yang cenderung stabil di angka US$ 20.000 perMt hingga kuartal I-2017.

Perseroan juga fokus pada peningkatan jumlah cadangan maupun sumber daya timah untuk keberlangsungan bisnis. Perseroan tahun ini menganggarkan belanja modal sebesar Rp 140 miliar untuk meningkatkan kinerja eksplorasi termasuk menemukan cadangan baru.

Saat ini emiten berkode TINS itu memiliki IUP sebanyak 128 buah dengan total luas wilayah 473.303 hektar dengan cadangan timah sebesar 335.909 ton dan sumber daya timah 737.546 ton. Pada kuartal I-2017 diperoleh sumber daya sebesar 3.720 ton.

Untuk cadangan yang sudah dimiliki, Timah melakukan evaluasi & verifikasi nilai cadangan yang masih tersedia untuk dieksploitasi. (ang/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads