Medco akan Terima Kompensasi US$ 190 Juta dari Ladang Jeruk

Medco akan Terima Kompensasi US$ 190 Juta dari Ladang Jeruk

- detikFinance
Senin, 02 Mei 2005 18:22 WIB
Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk akan mendapat dana kompensasi dari pengalihan ladang minyak Jeruk di Sampang-Madura senilai US$ 190 juta yang akan diterima pada 2008. Sementara pada 29 Mei 2005 perseroan akan menerima dana sebesar US$ 30 juta yang akan dibayarkan dari Singapore Petroleum Company (SPC) dan Cue Energy atas biaya yang telah dikeluarkan Medco untuk eksplorasi ladang minyak Jeruk."Kita sudah bertemu dengan SPC dan Cue Energy pada Jumat (29/4/2005) dan mereka akan kembali mengambil ladang Jeruk tersebut dari Medco dengan nilai sebesar US$ 190 juta yang akan diterima pada saat berproduksi tahun 2008," kata Dirut Medco Hilmi Panigoro dalam jumpa pers di kantornya Graha Niaga, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (2/5/2005).Medco berhasil melakukan eksplorasi di ladang Jeruk pada akhir tahun 2004. Ladang minyak Jeruk dioperasikan oleh Santos Limited. Medco diundang oleh Santos untuk berpartisipasi dalam eksplorasi sumur Jeruk di tahun 2003 bersama SPC dan Cue Energy namun ditengah jalan kedua partner itu menolak untuk mendukung pengeboran di sumur tersebut.Dalam perjanjian disebutkan jika Medco berhasil melakukan eksplorasi maka SPC dan Cue Energy akan membayar seluruh biaya eksplorasi dan menerima kompensasi senilai US$ 190 juta pada saat ladang minyak Jeruk beroperasi sekitar tahun 2007-2008."Jadi pada tahun ini kita baru menerima US$ 30 juta. Dana yang besar sekitar US$ 190 juta baru akan diterima perseroan pada 2008," jelas Hilmi.Hilmi juga menjelaskan bahwa saat ini perseroan tengah mengkaji untuk mengakuisisi 3 ladang minyak dan gas yang ada di dalam dan luar negeri. "Tapi kita belum bisa umumkan karena ini baru tahap awal," ujarnya.Medco memiliki dana cash sebesar US$ 220 juta yang akan digunakan setiap saat jika perseroan melakukan akuisisi.Sementara untuk belanja modal (CAPEX) tahun 2005 diperkirakan sebesar US$ 150 juta. "CAPEX US$ 150 juta itu baru biaya rutin dan kalau kita melakukan akuisisi jumlahnya setiap saat akan selalu berubah," ujarnya.Ditegaskan Hilmi Panigoro, Medco tetap fokus pada bisnis inti dan eksplorasi dan produksi minyak dan gas dimana pada tahun 2004 kontribusinya mencapai 69,5 persen sisanya berasal dari briling 19,8 persen, methanol 10,4 persen, power plant 0,03 persen. "Untuk power plant itu sudah jadi untuk 2004 yang lokasinya di Batam," ujarnya.Mengenai rencana membuat geothermal Sarula menurut Hilmi saat ini rencana itu belum masuk dalam portofolio Medco. Namun jika proyek itu akan dilanjutkan maka Medco akan melakukan kongsi dengan 4 atau 5 perusahaan lainnya.Diakui Hilmi saat ini pihaknya belum ada kesepakatan apapun untuk geothermal dengan PLN. Mengenai kabar Medco menolak kerjasama dengan PLN karena harga listriknya 4,8 sen per KwH, Hilmi menjawab diplomatis. "Yang jelas kalau harganya sebesar itu terlalu kecil dari yang diharapkan," ujarnya.Dengan langkah pengalihan ini maka lapangan minyak Jeruk ini nantinya kepemilikan sahamnya akan dimiliki oleh Santos 45 persen, SPC 40 persen dan Cue Energy 15 persen. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads