Indosat Akan Terbitkan 2 Jenis Obligasi Senilai Rp 1,2 T
Rabu, 04 Mei 2005 10:44 WIB
Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) akan menerbitkan obligasi dalam mata uang rupiah sebesar Rp 1 triliun dan obligasi syariah ijarah sebesar Rp 200 miliar. Kedua obligasi ini mendapat peringkat AA+ (double A plus) dari Pefindo. Rencananya selain menerbitkan obligasi rupiah perseroan juga akan akan menerbitkan obligasi dolar yang keseluruhannya untuk semua penerbitan obligasi sekitar US$ 300-US$ 400 juta. Dalam prospektus yang dipublikasikan Rabu,(4/5/2005), dijelaskan kedua obligasi berjangka waktu enam tahun dengan opsi beli pada tahun keempat. Rencananya obligasi tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Surabaya (BES). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas (AAA) dengan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia. Perseroan belum memberikan jadwal penawaran obligasi tersebut. Namun pada Selasa (3/5/2005) kemarin, Direktur Pemasaran Indosat Hasnul Suhaimi mengatakan obligasi ini tetap akan dikeluarkan pada semester I-2005, karena perseroan menggunakan laporan keuangan tahun 2004. Seluruh dana dari hasil penerbitan obligasi biasa dan obligasi syariah ijarah yang totalnya sebesar Rp 1,2 triliun akan digunakan untuk pengeluaran modal emiten. Dijelaskan, bahwa tahun 2005 perseroan membutuhkan belanja investasi sebesar US$ 900 juta sedangkan pada tahun 2006 sebesar US$ 666 juta. Dana tersebut akan digunakan sebagai pengeluaran modal diberbagai bidang usaha. "Emiten yakin dana dari penawaran ini dan penawaran obligasi berdenominasi dolar AS dan kas dari operasi akan memenuhi keperluan investasi tersebut," jelas manajemen. Seperti diketahui, Indosat sendiri selain menerbitkan obligasi dalam mata uang rupiah juga akan menerbitkan obligasi dolar yang keseluruhannya untuk semua penerbitan obligasi sekitar US$ 300-US$ 400 juta. Pendapatan Indosat tahun 2004 sebesar Rp 10,549 triliun atau naik 28 persen dibandingkan tahun 2003 yang sebesar Rp 8,235 triliun. Pendapatan Indosat tahun 2004 sebesar 70,6 persen dari divisi seluler, telekom tetap sebesar 14,7 persen, MIDI sebesar 14,1 persen dan lain-lain 0,6 persen. Sedangkan laba bersih tahun 2004 sebesar Rp 1,633 triliun turun 73 persen dibandingkan tahun 2003 yang sebesar Rp 6,081 triliun. Laba bersih Indosat tahun 2003 sendiri melonjak karena adanya pendapatan crossing dari PT Telkom Tbk Rp 4,499 triliun.
(qom/)











































