Rencana Penjualan Instinet Kepada Nasdaq Ditentang
Rabu, 04 Mei 2005 11:40 WIB
Jakarta - Rencana penjualan pialang saham elektronik, Instinet kepada Nasdaq ditentang pemegang sahamnya. Rencananya, mereka akan mengajukan gugatan terhadap Instinet dan pemegang saham pengendali yakni Reuters Group PLC.Gugatan yang mengatasnamakan seluruh pemegang saham publik ini telah didaftarkan ke Delaware Chancery Court pada bulan lalu. Demikian AFP, Rabu (4/5/2005). Pemegang saham Instinet rencananya akan melakukan voting atas penjualan kepada Nasdaq ini dalam pertemuan tahunan di New York, 16 Mei mendatang. Dalam materi gugatannya, penggugat yakni Donovan Spamer mengatakan, penjualan itu telah melalui prosedur yang tidak adil. Demikian pula harga yang ditawarkan tidak adil, dimana didesain lebih menguntungkan Reuters dan Nasdaq, dan merugikan pemegang saham publik Instinet.Selain itu, gugatan itu juga akan ditujukan kepada direktur dan pejabat Instinet, termasuk pimpinannya Ian Strachan dan chief executive Edward Nicoll, chief executive Reuters Tom Glocer dan mantan chief executive Sir Peter Job dan dari Vanguard, John Bogle serta direktur pelaksana Lehman Brothers John Kasich. Atas gugatan tersebut, Kepala hubungan investor Instinet, Lisa Kampf menyatakan pihaknya percaya bahwa gugatan itu sama sekali tidak ada manfaatnya. Seperti diketahui, salah satu bursa saham elektronik AS, Nasdaq telah menyatakan rencananya untuk membeli Instinet seharga US$ 1,88 miliar. Instinet merupakan salah satu broker atau pialang terbesar dalam pasar perdagangan elektronik. Komposisi kepemilikan Instinet adalah 62 persen sahamnya dimiliki oleh perusahaan penyedia informasi asal Inggris, Reuters. Sementara Nasdaq merupakan pasar saham terbesar kedua di AS setelah New York Stock Exchange (NYSE). Bagian lain dari kesepakatan ini adalah Nasdaq setuju untuk menjual divisi pialang institusional Instinet kepada perusahaan investasi Silver Lake Partners. Dari transaksi tersebut, Reuters akan menerima dana tunai sekitar US$ 1 miliar dari kesepakatan ini. Pengumuman pembelian Instinet pada Jumat (22/4/2005) lalu, muncul 2 hari setelah NYSE mengumumkan rencananya membeli Archipelago Exchange dan menjadi bursa terbesar kedua di dunia, dan selanjutnya beralih menjadi pasar saham elektronik untuk menyaingi Nasdaq.
(qom/)











































