Saham Starbucks Turun Terus, Bisa Balik ke Harga IPO?

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 07 Jul 2017 11:44 WIB
Foto: The Sun
Jakarta - Saham PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) masih belum bisa keluar dari jalur merah. Saham dari pemilik lisensi Starbucks di Indonesia ini melemah sejak ramainya pemberitaan CEO Starbucks Howard Schultz yang kembali menyatakan dukungan kepada pernikahan sejenis.

Hari ini saham MAPB kembali melemah, hingga pukul 10.19 JATS saham MAPB terpantai melemah 90 poin atau 3,35% ke Rp 2.600 per saham. Hari ini saham MAPB sempat menyentuh level terendah Rp 2.590.

Jika terus menurun, saham MAPB bisa kembali lagi ke harga penutupan di hari pertama sahamnya catatkan pada 21 Juni 2017. Saat itu saham MAPB menguat 840 poin atau 50% dari harga penawaran awal Rp 1.680 per saham.
Keesokan harinya saham MAPB juga kembali meroket 25% ke level Rp 3.150 per saham. Namun setelah itu saham MAPB terus merosot hingga mendekati level awal.

Emiten yang merupakan anak usaha dari PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) ini memang bergerak di bidang food and beverage yang memegang lisensi beberapa merek dagang ternama. Selain Starbucks pihaknya juga memegang lisensi gerai makanan ternama lainnya seperti Pizza Express, Krispy Kreme, Cold Stone dan GODIVA Chocolates.

Sekadar informasi Schultz sebelumnya diberitakan menyatakan dukungan kepada pernikahan sejenis di hadapan para pemegang saham. Pernyataan ini sebenarnya sudah lama diungkapkan Schultz dalam rapat pemegang saham.

Namun ada media asing yang memelintir pernyataan Schultz sehingga terkesan Bos Starbucks itu meminta para pemegang saham yang tidak sepakat dengan ideologinya untuk menaik investasi dan menempatkan di tempat lain.

Akibatnya muncul seruan-seruan untuk memboikot Starbucks, termasuk di Indonesia. Padahal, Starbucks bukan satu-satunya perusahaan yang mendukung LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender).

Direktur MAP Boga Adiperkasa Fetty Kwartati juga telah memberikan pernyataan kepada detikFinance bahwa pihaknya menjalankan bisnis secara independen. Pihaknya juga akan menghargai hukum dan budaya yang berlaku di Indonesia.

"Pada dasarnya kami selalu mengikuti hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia, serta mengargai pertimbangan budaya lokal. Sebagai informasi bahwa kami adalah perusahaan Indonesia yang mengoperasikan lisensi gerai Starbucks di Indonesia secara independen. Independently bahwa bisnis Starbucks di Indonesia dimiliki oleh MAP Boga Adiperkasa dan investor," tegasnya.
(ang/ang)