Bank Mantap Tawarkan Obligasi Rp 2 Triliun Berbunga Hingga 8,75%

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 12 Jul 2017 10:44 WIB
Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - PT Bank Mandiri Taspen Pos (Mantap) telah menerbitkan obligasi dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Obligasi yang diterbitkan sebesar Rp 2 triliun dan telah mendapatkan rating AA dari Fitch Rating.

Penerbitan obligasi ini terbagi menjadi 2 seri. Untuk seri A nilai emisinya Rp 1,5 triliun dengan tingkat bunga tetap 8,5% per tahun dengan jangka waktu 3 tahun.

Sementara untuk serin B nilai emisinya Rp 500 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,75% dan jangka waktu 5 tahun. Adapun selaku penjamin emisinya yakni Mandiri Sekuritas, BCA Sekuritas, Danareksa Sekuritas dan Bahana Sekuritas.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso mengatakan penerbitan obligasi tersebut guna menggenjot penyaluran kredit. Apalagi di kuartal II-2017 tercatat penyaluran kredit sudah mencapai Rp 7,54 triliun yang tumbuh 174,4% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,74 triliun.

"Pencapaian tersebut tak lepas dari komitmen perseroan dalam mendukung pelaku UMKN dan pensiunan PNS, TNI, Polri," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Bank Mantap juga telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp 5,6 triliun. Kredit tersebut disalurkan untuk kredit ritel Rp 1,11 truiliun dan kredit mikro sebesar Rp 1,19 triliun. Sementara untuk aset perseroan saat ini sebesar Rp 9,79 triliun.

Jos menambahkan, dari seluruh kredit yang disalurkan hingga saat ini, segemen kredit untuk pensiunan meningkat paling tinggi yakni 552,1% menjadi Rp 5,22 triliun.

Dengan peningkatan kredit tersebut kuartal II-2017 Bank Mantap berhasil meraup laba bersih Rp 67,51 miliar yang meningkat 178% dari periode yang sama tahun lalu.

"Peningkatan laba didorong dari efisiensi yang telah dilakukan sehingga rasio atas pendapatan dapat ditekan menjadi 65,9% atau turun 7,23% dari periode sebelumnya 73,12%," tambah Joseph.

Bank Mantap juga tercatat telah mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 7,98 triliun. Angka itu meningkat 137,57% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,36 triliun. (ang/ang)