Follow detikFinance
Jumat 14 Jul 2017, 15:53 WIB

7-Eleven Tutup, Manajemen Tak Salahkan Larangan Bir di Minimarket

Danang Sugianto - detikFinance
7-Eleven Tutup, Manajemen Tak Salahkan Larangan Bir di Minimarket Foto: Danang Sugianto-detikFinance
FOKUS BERITA 7-Eleven Tutup
Jakarta - Sejak PT Modern Internasional Tbk (MDRN) mengumumkan penutupan seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) di Indonesia, banyak pihak yang menerka-nerka penyebabnya. Salah satunya dikaitkan dengan kebijakan pemerintah yang melarang penjualan minuman beralkohol ditempat-tempat tertentu.

Direktur Modern Internasional Donny Susanto menegaskan, kebijakan pelarangan penjualan minuman beralkohol bukan menjadi penyebab utama Sevel gulung tikar. Meskipun hal itu juga cukup berpengaruh.

"Kami tidak menyalahkan pemerintah, tapi ini keputusan yang mempunyai risiko. Peraturan pelarangan minuman beralkohol jelas mempengaruhi, tapi bukan penyebab utama," tuturnya dalam acara Public Exposes Isidentil di Kantor Pusat Sevel, Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Sebagaimana diketahui, aturan pelarangan peredaran minuman beralkohol tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. Kebijakan tersebut keluar pada April 2015 saat Rachmat Gobel menjabat sebagai Menteri Perdagangan.

Kendati begitu Donny mengakui PT Modern Sevel Indonesia (MSI) mulai terguncang pada 2015. Bahkan saat ini gerai-gerai sudah mulai berguguran.

Namun dia memandang ada banyak hal yang menyebabkan Sevel Indonesia gulung tikar. Pertama perseroan terlalu agresif dan bernafsunya dalam mengembangkan Sevel di tahun-tahun pertama. Hal itu membuat beban biaya operasi membengkak di laporan keuangan.

Selain itu, kondisi perekonomian saat itu juga tengah melemah. Daya beli masyarakat menurun drastis. Ditambah lagi peta persaingan di ranah bisnis convenience store semakin ketat.

"Tahun 2009-2010 semua kompetitor masuk kompetisi cepat sekali berkembang. Banyak yang keluarin produk murah," imbuhnya.

Menurut laporan keuangan konsolidasian MDRN kuartal I 2017 (tidak diaudit), perusahaan ini masih mengalami kerugian sebesar Rp 447,9 miliar. Angka tersebut berbanding terbalik dengan kondisi perseroan di kuartal I 2016 yang masih mampu membukukan laba sebesar Rp 21,3 miliar.

Adapun total liabilitas (kewajiban) MDRN di kuartal I 2017 mencapai Rp 1,38 triliun sedangkan total asetnya mencapai Rp 1,57 triliun. Jika dibagi rasio solvabilitas MDRN adalah 0,88 kali. Kewajiban itu sebagian besar dari Sevel. (ang/ang)
FOKUS BERITA 7-Eleven Tutup
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed