Follow detikFinance
Jumat 14 Jul 2017, 17:04 WIB

Direktur 7-Eleven: Pihak AS Kurang Mendukung Cari Investor Baru

Danang Sugianto - detikFinance
Direktur 7-Eleven: Pihak AS Kurang Mendukung Cari Investor Baru Foto: Grandyos Zafna
FOKUS BERITA 7-Eleven Tutup
Jakarta - Sebelum memutuskan untuk menutup seluruh gerai 7-Eleven (Sevel) di Indonesia, PT Modern Sevel Indonesia (MSI) telah berusaha menjual hak pengembangan Sevel di Indonesia termasuk seluruh asetnya kepada PT Charoen Pokhpand Restu Indonesia (CPRI). Namun rencana itu kandas, karena tidak tercapai kesepakatan.

Padahal kedua perusahaan itu telah menandatangani conditional sales purchase agreement (CSPA) dan harus dieksekusi sebelum 30 Juni 2017 dengan nilai akuisisi Rp 1 triliun. Namun belum sampai tenggat waktu PT Modern Internasional (MDRN) selaku induk MSI mengumumkan pembatalan akuisisi tersebut

Direktur Modern Internasional Donny Susanto mengaku, pihaknya tidak mengetahui jelas penyebab batalnya akuisisi tersebut. Sebab sebelum direalisasikan CPRI harus melakukan perundingan dengan 7-Eleven Inc di Amerika Serikat (AS).

"Kami tidak ikut, karena ini perjanjian meeting antara dua pihak. Kami sudah menandatangani CPSA antara MSI dengan CPRI. Selanjutnya perundingan antara CPRI dengan Sevel AS kami tidak ikut, jadi kami tidak tahu apa yang terjadi kendalanya. Tapi itu tidak terjadi kesepakatan, sehingga harus dibatalkan," tuturnya dalam acara Public Exposes Isidentil di Kantor Pusat Sevel, Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Donny mengaku, CPRI bukan calon investor pertama yang ditawarkan bisnis Sevel. Pihaknya beberapa kali mencari investor untuk masuk ke dalam bisnis Sevel di Indonesia. Namun semuanya selalu berakhir mentah.

Menurutnya, 7-Eleven Inc kurang memberikan dukungan perseroan dalam mempertahankan bisnis Sevel. Sebab setiap kali ada investor, Sevel pusat selalu memberikan persyaratan yang berat, salah satunya dengan hanya memberikan waktu masa berlaku franchise selama 1 tahun bagi investor untuk menyelesaikan segala masalah yang ada.

"Kami mencari partner sudah ada beberapa yang mau masuk termasuk terakhir Charoen. Tapi kami tidak tahu apa yang terjadi sehingga dibatalkan. Kami meminta mereka untuk dapat menerima partner baru demi menyelamatkan karyawan dan toko, tapi hasilnya selalu tidak terjadi kesepakatan," tukasnya.

Sementara dengan berhentinya operasi Sevel di Indonesia secara otomatis hak MSI mengembangkan bisnis Sevel di Indonesia berakhir. Padahal sejak beroperasinya Sevel pada 2009, MSI memiliki hak mengembangkan Sevel selama 20 tahun dengan ditambah hak masa perpanjangan 10 tahun. (ang/ang)
FOKUS BERITA 7-Eleven Tutup
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed