Masuk Pasar Modal, Saham Hotel dari Yogyakarta Ini Sempat Stagnan

Masuk Pasar Modal, Saham Hotel dari Yogyakarta Ini Sempat Stagnan

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 07 Agu 2017 09:58 WIB
Masuk Pasar Modal, Saham Hotel dari Yogyakarta Ini Sempat Stagnan
Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - PT Ayana Land International Tbk hari ini resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia. Pengelola hotel di Yogyakarta ini menjadi emiten anyar ke 21 tahun ini.

Harga saham dari emiten berkode NASA ini ditawarkan pada level Rp 103 per saham. Namun ketika dicatatkan saham NASA tak bergerak masih di level yang sama.

Tidak ada transaksi untuk saham anyar ini, frekuensi, volume maupun value tercatat kosong di papan perdagangan. Namun sekitar 5 menit kemudian saham NASA bergerak menguat 69,9% ke level Rp 175.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah melewati berbagai proses akhirnya Ayana Land berhasil melantai di BEI. Sesuai visi kami mengedepankan inovasi dan menjaga kesinambungan proyek-proyek kami, kami yakin bisa mempersembahkan produk-produk yang unik dan up to date," kata Direktur Utama Ayana Land International Erwin Kusnadi di Gedung BEI, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Perseroan melepas sebanyak 3 miliar lembar saham baru atau sebanyak 27,27% dari modal yang disetor penuh dan ditempatkan perusahaan. Dengan harga saham yang ditawarkan tersebut maka perseroan berhasil meraup dana segar sebesar Rp 309 miliar.

Berbarengan dengan IPO, Ayana Land International juga menerbitkan waran seri I sebanyak 2,7 miliar lembar atau 33,75% dari jumlah modal yang disetor. Waran seri I ini sebagai insentif yang diberikan secara cuma-cuma kepada pemilik saham baru.

Setiap pemegang 10 lembar saham baru akan mendapatkan 9 waran seri I. Setiap 1 lembar waran berhak untuk membeli 1 saham baru dengan jangka waktu pelaksanaan 3 tahun.

Sekitar 25% dari dana segar hasil IPO itu akan digunakan untuk meningkatkan penyertaan modal pada entitas anak PT Ayana Hotels Indonesia. Entitas anak itu akan meningkatkan kembali penyertaan modal kepada entitas anaknya PT Samudra Parama Avirodha.

Lalu sekitar 75% akan digunakan untuk meningkatkan penyertaan modal ke PT Ayana Property Internasional (API). Selanjutnya PT API mernyalurkan kembali sekitar 33% sebagai pinjaman ke PT Akasa Legian Karya untuk pengembangan proyek dan 67% untuk PT Mandiri Berdikari Jayaraya yang akan memberikan pinjaman ke PT Duta Nusantara Utamakarya. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads