RUPS Berjalan Mulus
Erry Firmansyah Pimpin BEJ Lagi
Rabu, 11 Mei 2005 12:51 WIB
Jakarta - Sekitar 120 pemegang saham (97,56 persen) anggota bursa (AB) Bursa Efek Jakarta (BEJ) menyetujui pengangkatan kembali paket Erry Firmansyah untuk memimpin BEJ periode 2005-2008. RUPS berjalan sangat lancar. Sementara isu boikot yang sempat mencuat sebelumnya, tidak muncul sama sekali. Anggota Direksi periode 2005-2008 yang baru ini telah disahkan dalam RUPS, Rabu (11/5/2005), di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Paket direksi BEJ itu terdiri dari Dirut Erry Firmansyah, Direktur Perdagangan dan Keanggotaan MS Sembiring, Direktur Administrasi Wawan S Setiamihardja, Direktur Pencatatan Eddy Sugito yang merupakan direktur KPEI menggantikan Harry Wiguna, serta Direktur Pemeriksaan Justitia Tripurwosani.Menurut Komisaris BEJ, Lily Widjadja, RUPS kali ini berjalan sangat tenang dan terbilang cepat. Pemegang saham tidak ada yang mengungkapkan keluhan atau catatan khusus kepada jajaran direksi yang baru. Dari 123 AB, yang tidak hadir hanya 3 AB. Menurut Lily, ketidakhadiran 3 AB itu bukan karena boikot, tapi karena kesibukan dan telah menyerahkan hasil sepenuhnya kepada RUPS. "RUPS kali ini memang agak sepi. Sampai-sampai kita terhanyut dalam ruang rapat," tukas Lily. Lily menambahkan, lancarnya RUPS kali ini disebabkan karena calon direksinya tunggal, sehingga tidak seramai tahun sebelumnya yang memiliki beberapa calon. "Tapi saya lihat ini bagus dan tidak ada masalah," ujar dia.Selain paket Erry Firmansyah, paket calon direksi lain yang sempat mendaftar adalah paket Adler H Manurung dan paket Hindarmojo Hinuri. Namun paket itu akhirnya tereliminasi karena tidak memenuhi aturan.RUPS BEJ ini hanya berlangsung selama 2 jam dan menyetujui 6 agenda. Agenda terpenting antara lain pembelian saham PT KSEI(Kustodian Sentral Efek Indonesia) sebesar 10 persen dengan jumlah 600 lembar saham dalam treasury stock, serta pemberian insentif bagi AB sehubungan dengan pelaksanaan remote trading. Menurut Dirut BEJ Erry Firmansyah, pembelian 10 persen saham KSEI itu telah disetujui Bapepam pada pagi ini. "Dan itu tidak melanggar aturan yang ada," tegas Erry. Lebih lanjut Erry mengungkapkan soal pemberian insentif bagi anggota bursa sebesar Rp 75 juta dan satu unit laptop. Insentif ini juga akan ditambah agar AB yang mengikuti remote trading semakin banyak. Tercatat saat ini baru 35 AB yang mengikuti remote trading dan diharapkan seluruh AB bisa mengikuti remote trading pada akhir tahun 2005.
(qom/)











































