Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 09 Agu 2017 19:19 WIB

Penggunaan Data Internet Meningkat, Laba Indosat Naik 83%

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Indosat Ooredoo mencatat pertumbuhan yang kuat di semester I-2017, dengan keberhasilan membukukan kenaikan laba bersih sebesar 83,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp 784,2 miliar.

Dalam laporan kinerja perusahan yang dikutip detikFinance, Rabu (9/8/2017), dilaporkan bahwa keberhasilan mencatat kenaikan laba bersih ini sebagai hasil kombinasi dari pencapaian pertumbuhan pendapatan dan didukung dengan keberhasilan implementasi program peningkatan efisiensi operasional perusahaan.

Indosat Ooredoo juga berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan konsolidasi yang menggembirakan sebesar 8,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan konsolidasi tumbuh menjadi Rp 15,1 triliun, utamanya didukung oleh pertumbuhan pendapatan selular sebesar 8,5% menjadi Rp 12,6 triliun. Pendapatan dari layanan data selular juga tumbuh pesat sebesar 39,4% menjadi Rp 6,8 triliun, memberi kontribusi sebesar 54,1% terhadap pendapatan selular.

Indosat Ooredoo berpendapat bahwa pertumbuhan ini dapat dipertahankan jika regulasi untuk formulasi tarif data dapat direalisasikan, mengingat perubahan perilaku konsumen yang bergerak ke penggunaan data secara signifikan dari penggunaan voice dan SMS.

Pencapaian pertumbuhan bisnis seluler juga tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan mencatat pertumbuhan pelanggan seluler, dimana jumlah pelanggan selular pada Semester 1 2017 mencapai 96,4 juta pelanggan, meningkat sebesar 15,9 juta pelanggan dibandingkan dengan Semester I 2016 di mana ini merupakan hasil dari penawaran program-program pemasaran menarik yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup pelanggan.

Hal ini juga tidak lepas dari dukungan jaringan telekomunikasi perusahaan, dimana Indosat Ooredoo telah membangun 5.690 BTS tambahan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dimana 92% di antaranya merupakan BTS 3G dan 4G untuk menunjang pertumbuhan penggunaan data yang sangat tinggi.

Selain itu, inisiatif-inisiatif yang dilakukan Perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional Perusahaan juga telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Beban operasional Perusahaan selama Semester I 2017 meningkat 5,1%, namun masih di bawah tingkat pertumbuhan pendapatan, sehingga Perusahaan berhasil meningkatkan laba usaha sebesar 32,0% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi EBITDA, Indosat Ooredoo berhasil membukukan pertumbuhan EBITDA sebesar 10,5% menjadi Rp6,7 triliun (Semester I 2016: Rp6,0 triliun), dengan marjin EBITDA meningkat sebesar 0,9 percentage point (ppt) menjadi 44,2%.

Total utang dari pinjaman bank dan obligasi juga mengalami penurunan sebesar Rp1,9 triliun atau menurun sebesar 8,8% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Porsi utang dalam denominasi US$ turun sebesar 67,2% dari US$ 227,5 juta (mewakili 14% dari total utang) pada Semester I 2016 menjadi sebesar US$ 74,6 juta (mewakili 5% dari total utang) di mana Indosat Ooredoo melanjutkan inisiatifnya untuk mengurangi pengaruh fluktuasi nilai tukar mata uang terhadap laba/rugi bersih Perusahaan.

Penurunan total utang mengakibatkan penurunan biaya bunga sebesar 5,8%. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed