Follow detikFinance
Jumat 11 Aug 2017, 19:30 WIB

OJK Janji Berantas Praktik Curang di Pasar Modal

Danang Sugianto - detikFinance
OJK Janji Berantas Praktik Curang di Pasar Modal Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berjanji akan lebih tegas dalam menindak praktik-praktik perdagangan saham ilegal di pasar modal. Salah satu pengawasan yang akan diperketat adalah aksi insider trading.

Insider trading sendiri merupakan seseorang yang memiliki akses informasi dari perusahaan yang tidak bisa didapat oleh orang lain. Informasinya berisi tentang aksi korporasi maupun laporan keuangan yang bisa menjadi sentimen penggerak saham namun belum terungkap ke publik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengakui, untuk mengungkap insider trading memang sangat sulit. Bahkan dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak dan institusi.

"Itu tantangan kita sejauh mana menjawab itu. Memang di beberapa negara susah melakukan, hanya negara maju yang mampu dengan infrastruktur di luar pasar," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Kendati begitu, Hoesen berjanji OJK akan mencari cara untuk memberantas praktik insider trading. Sebab hal itu merupakan praktik ilegal yang dilarang dalam Undang-Undang Pasar Modal.

"Itu noted, saya catat, kita harus cari cara," tegasnya.

Sementara Direktur Pengawasan dan Transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) Hamdi Hassyarbaini mengatakan, pihaknya sebenarnya memiliki sebuah sistem untuk mendeteksi transaksi-transaksi saham yang mencurigakan.

"Di pengawasan kita ada sistem yang parameternya mendeteksi transaksi yang dicurigai insider trading. Indikasinya misalnya harganya tiba-tiba naik, kemudian berikutnya mereka mengumumkan sesuatu yang positif. Berarti ada informasi yang bocor terlebih dahulu," terangnya.

Namun kewenangan BEI hanya mencari transaksi yang hanya sebatas dicurigai insider trading, setelah itu dilimpahkan ke OJK untuk diperiksa lebih lanjut. OJK juga yang berwenang untuk memberikan sanksi.

"Karena itu pidana, OJK yang berhak menindak. BEI tidak punya wewenang untuk menindak pidananya," tukasnya. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed