Menurut Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama memandang, perdagangan hari ini memang tengah didera berbagai sentimen negatif, seperti teror di Barcelona, Spanyol. Hal itu membuat IHSG terpaksi turun kembali saat mencetak rekor.
"Di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global yang disebabkan oleh aksi terorisme yang terjadi di Barcelona, serta realisasi kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump yang masih di bawah ekspektasi para pelaku pasar," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Jumat (18/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepertinya para pelaku pasar masih mengapresiasi pembacaan nota keuangan RAPBN 2018 oleh Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD. Hal ini menggambarkan kondisi fundamental makroekonomi Indonesia yang cenderung stabil. Sehingga membuat IHSG bangkit dari pelemahan tadi pagi," tukasnya. (dna/dna)











































