Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 25 Agu 2017 15:40 WIB

Proses Ubah Utang Jadi Saham BUMI Diperpanjang

Danang Sugianto - detikFinance
ilustrasi Foto: Dikhy Sasra ilustrasi Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - PT Bumi Resources (BUMI) memperpanjang waktu bagi para krediturnya yang ingin mengambil haknya dalam penukaran utang menjadi kepemilikan saham. Hal itu terkait langkah restrukturisasi utang yang dilakukan perseroan.

Perseroan menetapkan untuk memperpanjang masa waktu penawaran hingga 11 September 2017 hingga pukul 16.00 waktu London, Inggris.

Adapun kreditur yang dimaksud yakni Country Forest Limited (CFL) dengan total piutang US$ 1,9 miliar, China Development Bank Corporation (CDB) US$ 600 juta, Enercoal Resources Pte Ltd US$ 375 juta, serta pinjaman sindikasi guaranted senior notes US$ 300 juta dan senior notes US$ 700 juta.

"Hingga 18 Agustus 2017, kreditur sudah 98% dari total utang sudah merespon untuk menukarnya," kata Direktur dan Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava dalam keterangan tertulis, Jumat (25/8/2017).

Saat ini CDB baru menukarta 94% dari utangnya, lalu CFL baru 95% dan Enercoal Resources sudah 98%.

Sekadar informasi, dalam rangka restrukturisasi utang menjadi saham melakukan Penawaran Umum Terbatas V, BUMI melepas saham dari HMETD sebanyak 28.749.536.197 saham dengan harga pelaksanaan Rp 926,16 dengan total nilai US$ 2,01 miliar, serta OWK 8.457.165.000.000 unit harga pelaksanaan Rp 1 dengan total nilai US$ 639 juta.

Dengan suksesnya rights issue tersebut, utang BUMI saat ini yang berjumlah sekitar US$ 4,2 miliar akan berkurang sebesar 61% menjadi sekitar US$ 1,6 miliar atau sekitar Rp 21,28 triliun (kurs Rp 13.300). (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com