Di Depan Investor, Jokowi Pamer Perbaikan Ekonomi RI

Di Depan Investor, Jokowi Pamer Perbaikan Ekonomi RI

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 31 Agu 2017 11:15 WIB
Di Depan Investor, Jokowi Pamer Perbaikan Ekonomi RI
Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memamerkan beberapa perbaikan ekonomi yang telah dilakukan di Indonesia. Salah satunya adalah kenaikan peringkat kemudahan berusaha di Indonesia.

Peringkat kemudahan berinvestasi atau ease of doing business (EODB) Indonesia naik dari 109 ke peringkat 91. Artinya ada kemudahan berinvestasi dari segi perizinan di Indonesia. Jokowi pun menargetkan peringkat kemudahan berinvestasi di Indonesia naik ke level 40.

"Peringkat EODB dari 120 ke 109, sekarang 91. Ini juga kita perbaiki terus. Sampaikan kepada menteri target saya peringkat 40 jangan ditawar," ujar Jokowi dalam Pencatatan Perdana Efek Beragun Aset Mandiri JSMR01 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (31//2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ekonomi Indonesia memang berada dalam tren perlambatan sejak 2012, hingga menyentuh level terendah pada 2015 di bawah 5%. Pada 2016 ekonomi kembali ke atas 5% dan diharapkan pada 2017 bisa mencapai 5,2%

Jokowi pun bertanya apa lagi yang masih ditunggu oleh investor untuk berinvestasi di Indonesia. Padahal ekonomi Indonesia terus tumbuh positif dengan inflasi yang terjaga rendah.

Bahkan belum lama ini, Bank Indonesia (BI) juga telah memangkas suku bunga acuannya BI 7 Days Reverse Repo Rate ke level 4,5%. Hal tersebut juga mencerminkan ekonomi Indonesia terus membaik dengan inflasi yang terjaga pada kisaran 4 plus minus 1%.

"Kita senang cari yang negatifnya saja. Kalau masih ada wait and see apa lagi yang mau di wait and see. Wait apa see apa lagi," tutur Jokowi.


Dalam kesempatan ini, Jokowi juga merilis Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XVI. Paket ini fokus pada kemudahan perizinan investasi.

"Saya perintahkan hari ini diumumkan kita keluarkan Perrpres percepatan pelaksanaan berusaha. Artinya kemudahan dalam investasi nanti biar diumumkan Pak Menko Ekonomi," tutup Jokowi. (ara/mkj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads