BBJ Targetkan Remote Trading Selesai Sebelum Akhir Tahun
Sabtu, 14 Mei 2005 16:50 WIB
Jakarta - Demi menjaring investor yang lebih banyak lagi, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) akan menyelesaikan fasilitas perdagangan jarak jauh (remote trading) sebelum akhir tahun 2005.Untuk penyelesaian remote trading itu, saat ini BBJ tengah mengembangkan Jakarta Futures Electronic Trading System (JAFeTS) dari JAFeTs 1 menjadi JAFeTS 2. Pengembangan JAFeTS 2 dikerjakan oleh AIT SIGMA, perusahaan teknologi informasi.Demikian diungkapkan oleh Dirut BBJ Hasan Zein Mahmud dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom di Jakarta, Sabtu (14/5/2005). Hasan berharap peningkatan sistem ini dapat memberikan pelayanan transaksi yang lebih baik bagi pelaku pasar. Pasalnya, dalam JAFeTS 2 proses validasi dan update transaksi akan berlangsung lebih cepat. JAFeTS 2 menyediakan kemudahan berupa akses cepat ke modul-modul yang biasa dilakukan. Untuk informasi harga pasar (market overview) yang sebelumnya hanya untuk satu bulan kontrak, sekarang dapat dilihat untuk semua bulan kontrak dan dapat disusun berdasarkan kategori kontrak.JAFeTS 2 juga menyediakan fasilitas manajemen risiko berupa pengaturan batas posisi terbuka yang diijinkan untuk dimiliki oleh pedagang. Selain itu juga menyediaan fasilitas untuk mengakomodir kemungkinan adanya sistem transaksi berdasarkan quotation."Yang terpenting dari JAFeTS 2 ini adalah pengembangan fasilitas remote trading," ujar Hasan. Nantinya, dengan adanya remote trading semua transaksi baik keuangan maupun non keuangan dapat dilakukan langsung dari mana saja dan tidak perlu harus di lantai perdagangan. Diakui Hasan, selama ini salah satu kendala dari terhambatnya peluncuran kontrak non keuangan baru dan peningkatan likuiditas kontrak non keuangan adalah karena sebagian dari para pelaku pasar mengharapkan dapat bertransaksi langsung dari tempat mereka masing-masing.Hasan juga menjelaskan, pada 20 April 2005 BBJ untuk pertama kalinya memfasilitasi perdagangan fisik Olein. Meskipun pada lelang pertama hanya terjadi sebanyak 10 lot dengan satu lot sebesar 20 ton pada harga Rp 4.215 per kilogram, namun BBJ berharap nantinya akan semakin banyak pialang yang memanfaatkan fasilitas ini.
(ir/)











































